Ical Tak Masalah Sutiyoso Jadi Kepala BIN

Yogi Bayu Aji    •    Rabu, 10 Jun 2015 15:43 WIB
bin
Ical Tak Masalah Sutiyoso Jadi Kepala BIN
Abirizal Bakrie di Hotel Royal Kuningan, Rabu (10/6/2015). Foto: Yogi Bayu Aji/MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum Golkar hasil Munas Bali Aburizal Bakrie (Ical) tak ambil pusing Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia Sutiyoso dicalonkan menjadi Kepala Badan Intelejen Negara (KaBIN). Sebab, Ical merasa berkawan dengan Bang Yos, sapaan akrab Sutiyoso.

"Pak Sutiyoso saya kenal, kan itu biar saja. Kan Presiden yang usulkan. Ya enggak apa-apa," kata Ical saat ditemui di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2015).

Namun, Ical belum bisa berkomentar banyak soal nasib mantan koleganya di Partai Beringin itu. Dia ingin melihat perkembangan pencalonan Sutiyoso sebagai Kepala BIN di parlemen.

"Saya juga belum tahu, kan dari Presiden ke DPR," kata dia.

Ical juga irit komentar ketika ditanya soal penunjukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai panglima TNI. "Itu kan hak Presiden," tegas dia

Jokowi diketahui telah menyetorkan nama Sutiyoso sebagai calon Kepala BIN ke DPR. Dia mengaku telah mempertimbangkan rekam jejak dan kompetensi sebelum menunjuk Sutiyoso.

"Saya juga telah mengajukan pencalonan Sutiyoso sebagai KaBIN ini. Saya juga sudah melalui banyak pertimbangan dan memperhatikan baik rekam jejak maupun kompetensi dari Pak Sutiyoso," kata Presiden Jokowi di kediamannya di Jalan Kutai Utara Sumber Solo, Jawa Tengah, Rabu tadi.

Jokowi menjabarkan menunjuk mengajukan Sutiyoso karena rekam jejaknya di dunia intelijen dan militer. Sutiyoso dinilai berpengalaman dan memiliki kompetensi yang cukup dalam memimpin badan intelijen itu.

"Terutama di dunia intelijen dan militer saya berharap DPR RI memberikan pertimbangan atas usulan tersebut," kata Jokowi.

Presiden mengharapkan DPR tidak menolak usulanya karena dia telah melalui banyak pertimbangan sebelum memutuskan memilih Sutiyoso. "Saya berharap tidak karena sudah melalui banyak pertimbangan," harap Jokowi.


(KRI)