Coba Bolos Kerja, 2 Orang Ini Berbohong Terinfeksi MERS

Fajar Nugraha    •    Jumat, 12 Jun 2015 17:12 WIB
mers
Coba Bolos Kerja, 2 Orang Ini Berbohong Terinfeksi MERS
Wabah MERS yang melanda Korea Selatan (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Seoul: Wabah Middle East Respiratory Syndrome (MERS) tengah meliputi Korea Selatan (Korsel). Tetapi dua orang perempuan setempat mencoba mengambil kesempatan dengan berbohong terinfeksi MERS, demi bolos kerja.
 
Polisi pun mendakwa seorang pramuniaga di sebuah pusat perbelanjaan akibat ulah bohongnya ini. Perempuan itu menyebar kabar melalui sosial media, bahwa dirinya berada di rumah karena tempat dia bekerja telah terkontaminasi wabah MERS.
 
Ulahnya itu dimaksudkan agar tempat dia bekerja akan ditutup dan dirinya bisa berlibur dengan tenang. Selain perempuan berusia 20 tahun itu, polisi juga menahan kekasihnya yang menyebarkan kabar menyesatkan itu melalui Facebook.
 
Sementara perempuan lain yang menyebarkan kabar bohong, juga turut diamankan oleh polisi. Perempuan yang tinggal di Seoul itu, tengah dicari karena tidak masuk kerja. Namun seorang yang mengaku sebagai suaminya mengirim SMS kepada atasannya dan menyebutkan bahwa perempuan itu tengah tertidur di rumah sakit usai posisi terinfeksi MERS.
 
"Polisi dan petugas medis menemukan perempuan itu masih berada di rumah setelah ditelpon oleh atasannya. Tidak tidak menunjukkan gejala MERS ataupun flu apapun," sebut kantor berita Yonhap, seperti dikutip Associated Press, Jumat (12/6/2015).
 
Perempuan itu akhirnya mengaku bahwa dirinya malas untuk bekerja. 
 
Korban tewas akibat wabah MERS, di Korsel terus bertambah. 11 orang tewas akibat wabah itu. Sementara 126 orang dilaporkan terinfeksi penyakit mematikan ini.
 
Pemerintah Indonesia sendiri terus memantau perkembangan yang terjadi di Korsel. Peringatan pun sudah dikeluarkan kepada warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Negeri Gingseng.
 
Pasien pertama terinfeksi MERS di Korsel terdiagnosis pada 20 Mei setelah dirinya pulang dari Arab Saudi. Pria 68 tahun itu menularkan virus ke sejumlah pasien dan pekerja saat mengunjungi empat fasilitas medis. 



(FJR)