TNI Siap, Jika Diminta Latih Tentara Amerika dan Australia

Yogi Bayu Aji    •    Sabtu, 13 Jun 2015 19:32 WIB
tni
TNI Siap, Jika Diminta Latih Tentara Amerika dan Australia
Panglima TNI Jenderal Moeldoko memeriksa kesiapan pasukan dalam upacara peresmian Pembentukan Komando Operasi Khusus Gabungan TNI (Koopssusgab) (Foto: MI)

Metrotvnews.com, Jawa Barat: Panglima TNI Jenderal Moeldoko angkat bicara soal komplain Australia dan Amerika soal kemenangan telak prajuritnya di acara Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2015. Dia menilai, prestasi itu diraih karena latihan, bukan cuma senjata yang dipakai.

Moeldoko mencontohkan dengan kejadian yang dialami Brunei Darussalam yang tak pernah memenangkan medali dalam tiap kejuaraan di ASEAN.

"Sebelumnya Brunei tidak pernah dapat piala tetapi Brunei minta tentara Indonesia, saya kirim sersan, untuk melatih dan tidak sampai satu tahun dilatih, Brunei dapat medali," kata Moeldoko di Detasemen Pemeliharaan Daerah Latihan (Denharrahlat) Kostrad Sanggabuana, Jawa Barat, Jumat (12/6/2015).

Menurut dia, hal ini membuktikan senjata bukan patokan untuk seseorang menang di perlombaan tembak. Hal ini bukan seperti yang diduga Australia dan Amerika kalau terhadap senjata yang digunakan kontingen Indonesia.

"Jadi kalau gitu salah apanya? Apa senjatanya yang salah? Bukan, memang prajurit TNI latihannya bagus dan keras. Jadi, tidak perlu senjata," jelas Jenderal Bintang Empat itu.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat tersebut justru membalas cemoohan Australia dan Amerika dengan sindirian. "Jadi Amerika sama Australia kalau memang perlu kita latih, ya kita siap latih," tekan dia.

Diketahui, Amerika Serikat dan tim Australia tak terima dengan kemenangan telak Indonesia di AASAM 2015 yang digelar 20-23 Mei lalu. Indonesia menjadi juara dengan memboyong 30 medali emas, 16 perak dan 10 perunggu.

Kemenangan ini merupakan yang kedelapan kalinya bagi Indonesia. Sementara, Australia sendiri dalam AASAM 2015 menduduki peringkat kedua dengan raihan 4 medali emas, 9 perak, dan 6 perunggu. Amerika di posisi ketiga mengantongi 4 medali emas, 1 perak, dan 2 perunggu. Kedua negara itu meminta senjata yang digunakan tim Indonesia dibongkar.


(ALB)