Pemudik Naik Kereta Api Gratis Bawa Motor, Perhatikan Syaratnya

Tri Kurniawan    •    Senin, 15 Jun 2015 09:17 WIB
mudik lebaran 2015
Pemudik Naik Kereta Api Gratis Bawa Motor, Perhatikan Syaratnya
Penumpang Kereta Api Fajar Utama Semarang tiba di Stasiun Senen, Jakarta, Kamis 31 Juli 2014. Antara Foto/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Yogyakarta: PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi VI Yogyakarta menyediakan lima kereta bagasi untuk mengangkut sepeda motor pemudik yang menggunakan jasa kereta api. Perhatikan syarat-syarat untuk ikut layanan tersebut.

"Layanan angkutan motor gratis ini dilakukan untuk arus mudik dan arus balik," kata Manager Corporate Communication PT KAI Daerah Operasi VI Yogyakarta Bambang Sutiyatmoko di Yogyakarta, Senin (15/6/2015).

Operasional angkutan motor gratis pada H-6 hingga H-2 atau 11-15 Juli dari Jakarta dengan tujuan sejumlah stasiun di Daerah Operasi VI Yogyakarta di antaranya Lempuyangan dan Solo Jebres.

Sedangkan angkutan motor gratis untuk arus balik dilayani selama lima hari yaitu pada H+3 hingga H+7 atau 21-25 Juli dari Lempuyangan dan Solo Jebres ke Jakarta.

Setiap kereta bagasi mampu mengangkut sekitar 40 sepeda motor, sehingga total kapasitas angkut untuk pemudik dari dan ke Daerah Operasi VI Yogyakarta sekitar 200 sepeda motor setiap hari.

Warga yang ingin memanfaatkan layanan angkutan motor gratis harus memiliki tiket kereta api selama masa angkutan lebaran 2015. "Penumpang menunjukkan tiket ke petugas saat mendaftar angkutan motor gratis," papar Bambang.

Selain tiket, syarat yang harus dilengkapi adalah fotokopi tiket dan bukti identitas diri. Sepeda motor bisa diambil di stasiun tujuan dengan menunjukkan tiket asli.

"Sepeda motor yang akan diangkut menggunakan kereta harus diserahkan H-1 sebelum jadwal keberangkatan di stasiun pemberangkatan," terangnya.

Di Daerah Operasi VI Yogyakarta, stasiun pemberangkatan di Lempuyangan dan Solo Jebres. Ia berharap layanan angkutan motor gratis tersebut bisa mengurangi jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor dan menurunkan angka kecelakaan di jalan raya. (Antara)


(TRK)