Rusun Dikuasai Pendatang, Ahok Ngaku Kecolongan

Wanda Indana    •    Senin, 15 Jun 2015 10:45 WIB
rusunawa
Rusun Dikuasai Pendatang, Ahok Ngaku Kecolongan
Rumah susun sederhana sewa (Foto: Ilham Wibowo)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku kecolongan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, bukan dihuni oleh warga DKI. Rusun murah itu ditempati warga yang tidak memiliki KTP DKI.

Ahok mengatakan, pihaknya akan memperketat kepemilikan rusunawa, alamat KTP pemilik rusun harus sesuai lokasi rusun dan wajib memiliki tanda pengenal kartu debit Bank DKI.

"Kami ubah strategi, semua orang harus berktp, e-ktp alamat sama (sesuai rusun), pakai kartu tanda pengenal atm Bank DKI," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2015).

Tak hanya rusunawa di Kapuk Muara, sejulah unit rusun di beberapa wilayah juga dikuasai oknum pejabat DKI yang ikut bermain memperjualbelikan unit rusun. Agar tak terulang, Pemprov DKI tidak akan membangun rumah susun sederhana milik sehingga pengawasan jual beli unit rusun leboj mudah.

"Rusun di Muara Baru 400 unit dikuasai oknum, diperjualbelikan. Sudah saya katakan dari pertama masuk di DKI. Makanya saya katakan, untuk kasus Kemayoran, kenapa saya melarang ada rusunami, biar bisa kita awasi dan diperketat," ujarnya.

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengklaim berhasil memindahkan 14 ribu warga ke rusun. Tahun ini dia menargetkan memindahkan 12 ribu warga ke rusun.

"Sekarang yang mau mendaftar baru 12 ribu, ada 3 ribu warga lain ngotot gak mau daftar, kenapa? Karena dia niat jual beli. Saya tanya seorang bapak 67 tahun, dia jual Rp 50 juta (unit rusun). Saya tanya kenapa jual? Ya dia bilang dari lahir sampai tua miskin, jadi mending jual rusun dapat uang, terus tinggal di kali lagi," katanya.
 


(FZN)