BKPM Pastikan Investasi ke Indonesia Semakin Menggeliat

Husen Miftahudin    •    Senin, 15 Jun 2015 11:28 WIB
investasi
BKPM Pastikan Investasi ke Indonesia Semakin Menggeliat
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani (MI/ARYA MANGGALA)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memastikan, proses realisasi proyek investasi tetap berjalan sehingga dapat menggerakkan perekonomian nasional. Hal ini tetap diyakini meski laju perekonomian dunia masih bergerak lambat.

Hal itu dikatakan Kepala BKPM Franky Sibarani usai mengunjungi delapan proyek investasi yang ada di Banten dan Jawa Tengah. Menurut Franky, kunjungan tersebut merupakan bagian dari sampling BKPM terhadap 100 proyek investasi yang sedang memasuki masa kontruksi.

"Kunjungan tersebut untuk memastikan proyek-proyek tetap berjalan dan memberikan dampak positif mendorong bergeraknya ekonomi. Dengan kunjungan kami ke lapangan, ini menunjukkan bahwa geliat investasi tetap terjadi di tengah geliat ekonomi dunia yang sedang slow down," ujar Franky, dalam konferensi pers hasil kunjungan delapan proyek investasi, di kantor BKPM, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (15/6/2015).

Ia melanjutkan, dari delapan proyek investasi tersebut, tercatat realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp26,2 triliun atau sekitar 52 persen dari rencana investasi sebesar Rp50,7 triliun. Hal ini diharapkan dapat terjadi penambahan penyerapan tenaga kerja langsung sebanyak 10 ribu orang.

Selain itu, diharapkan pula terjadi penambahan ekspor produk senilai USD800 juta per tahun, penghematan devisa hingga USD810 juta per tahun serta tambahan pembangkit tenaga listrik sebesar 986 megawatt (mw) yang 662 mw di antaranya untuk kebutuhan masyarakat Indonesia, sedangkan sisanya sebesar 324 mw digunakan untuk keperluan perusahaan itu sendiri.

"Hal yang tidak kalah penting adalah kegiatan investasi yang dapat memacu percepatan pembangunan di daerah seperti pabrik semen PT Cemindo Gemilang (CG) di Lebak, Banten yang saat ini dalam tahap konstruksi dan selesai sekitar 80 persen. Ini diharapkan jadi lokomotif pembangunan di daerah Banten Selatan yang selama ini masih menjadi salah satu daerah yang kurang berkembang di Provinsi Banten," pungkas Franky.


(ABD)