Sebaiknya Diapakan Parpol di Indonesia?

Aulia I. Salam    •    Senin, 15 Jun 2015 18:56 WIB
mpr ads
Sebaiknya Diapakan Parpol di Indonesia?

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Partai politik sejatinya adalah wadah bagi warga negara untuk ikut berperan dalam pembangunan. Sayangnya di Indonesia 'berperan' masih dikonotasikan menjadi penguasa, tak heran parpol jadi kendaraan menuju kekuasaan.

Fenomena ini yang digugat oleh masyarakat. Terlebih banyak kader parpol terlibat tindak korupsi dan kinerjanya sebagai wakil rakyat juga masih dianggap minim. Lalu parpol sebaiknya diapakan?

"Sejelek-jeleknya parpol dan DPR, dalam alam demokrasi parpol dan DPR harus ada. Lebih baik ada daripada tidak ada," kata Mahfud MD.

"Kalau sampai tidak ada parpol dan DPR, rusak negara ini," imbuh mantan Ketua MK ini dalam seminar "Revitalisasi Sistem Kepartaian dalam Sistem Pemerintahan di Indonesia".

Seminar hasil kerjasama Badan Pengkajian MPR RI dengan MMD Initiative dan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini digelar di Hotel Inna Garuda, Yogyakarta, Senin (15/6/2015). Sebanyak dua ratusan orang mahasiswa, akademisi dan kader parpol menjadi pesertanya.

Menurut Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR TB. Soemandjaja, seminar ini berupaya menjaring aspirasi rakyat soal sistem ketatanegaraan Indonesia. Target MPR adalah mengumpulkan bahan untuk perbaikan yang diperlukan sesuai dinamika masyarakat.

Politikus PKS ini membenarkan pernyataan Mahfud MD bahwa parpol sedang diterpa ketidakpercayaan rakyat yang sangat luar biasa. Tidak sedikit yang menilai DPR layak dibubarkan sebab dianggap bukan lagi memperjuangkan aspirasi rakyat, melainkan kepentingan parpol.

"Benar sekali bahwa harus ada pembenahan sistem dan SDM," ujar Soemandjaja.

Sejumlah akademisi menjadi narasumber dalam seminar penting ini. Mereka adalah Prof.Dr. Purwo Santoso (guru besar UGM), Dr. Zainal Arifin Muchtar, Dr. Saifuddin, SH, M.hum, dan B. Hestu Cipto Handoyo, SH, M.Hum.

 


(LHE)