Dua Kakak Angkat Angeline Diperiksa di Polda Bali

Arnoldus Dhae    •    Kamis, 18 Jun 2015 10:58 WIB
penemuan jenazah angeline
Dua Kakak Angkat Angeline Diperiksa di Polda Bali
Kuasa hukum Margriet Megawe, Hotma Sitompul. Foto: Ant/Wahyu Putro A.

Metrotvnews.com, Denpasar: Dua kakak angkat Angeline, Ivone dan Christin, memenuhi panggilan polisi. Keduanya datang didampingi tim kuasa hukum Hotma Sitompul dan rekan. Keduanya dipanggil sebagai saksi kasus penelantaran anak yang telah menjerat ibu mereka, Margriet Megawe.

Ivone dan Christin tiba di Polda Bali, Kamis (18/6/2015), sekitar pukul 09.30 Wita. Saat ditanya awak media, awalnya Hotma menolak. Ia mengarahkan awak media bertanya kepada rekan lainnya. 

"Jangan saya saja yang bicara, silahkan kepada teman-teman yang ikut mendampingi," ujar Hotma. Setelah didesak wartawan, Hotma akhirnya berbicara juga. Ia menegaskan, kedua kakak angkat Angeline itu diperiksa sebagai saksi.

Menurut Hotma, keduanya sangat kooperatif. Juga tim kuasa hukumnya sangat kooperatif dengan pihak penyidik. Semuanya bertujuan agar kasus dugaan pembunuhan dan penelantaran anak ini lebih cepat diselesaikan. 

"Kami bisa saja menolak kedua anak anak kandung Margriet ini sebagai saksi karena masih hubungan darah dekat, anak kandung. Kita khawatir terjadi konflik kepentingan di sini. Tetapi karena kami kooperatif maka kami ikuti seluruh prosedur yang ada," ujarnya.

Saat ini Ivone dan Christin masih menjalani pemeriksaan. Selang 30 menit setelah mengantarkan ke ruang pemeriksaan, Hotma Sitompul bersama timnya keluar ruangan. 

Saat ditanya mau kemana, Hotma mengaku akan ke Polresta. Tidak jelas apa acaranya. "Kita ngopi-ngopi di Polresta," ujar Hotma. 

Angeline, anak angkat Margriet, dilaporkan hilang pada 16 Mei 2015. Kemudian pada 10 Juni, polisi menemukan Angeline dalam kondisi tak bernyawa dan terkubur di belakang rumah Margriet. 

Polisi menetapkan Agustinus Tai, pembantu di rumah Margriet, sebagai tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan. Sedangkan Margriet ditetapkan sebagai tersangka dugaan penelantaran anak.


(DOR)