Dwelling Time, Menteri Rini Enggan Salahkan Pelindo

Dheri Agriesta    •    Kamis, 18 Jun 2015 19:27 WIB
dwelling time
<i>Dwelling Time</i>, Menteri Rini Enggan Salahkan Pelindo
Ilustrasi -- ANTARA FOTO/Wahyu Putro

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo kecewa dengan lamanya bongkat muat (dwelling time) di Pelabuhan Tanjung Priok. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyebut, lamanya dwelling time merupakan kesalahan bersama, tak hanya PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).

Rini menyebut, pemerintah sedang membuat program untuk menurunkan dwelling time. Lagipula, permasalahan dwelling time tak hanya bermasalah di satu titik, tetapi mengalami proses yang panjang.

"Itu harus dari proses panjang, bea cukai dan lain-lain," kata Rini, di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2015).

Rini tak ingin kesalahan dwelling time dibebankan kepada Pelindo. Sebab, proses yang panjang melibatkan banyak pihak yang ada di pelabuhan.

"Itu kerja team work kok, bagaimana kita semua memperbaiki. Pokoknya salah kita bersama ya," tegas Rini.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyebut dwelling time di Pelabuhan Tanjung Priok merupakan yang terlama di antara pelabuhan di negara kawasan ASEAN. Padahal, Pelabuhan Tanjung Priok sudah cukup baik.

Jokowi menduga ada ketidakberesan dalam pelayanan oleh aparat instansi di pelabuhan yang menyangkut 18 kementerian dan lembaga. Jokowi berkomitmen untuk membereskan hambatan tersebut dengan caranya sendiri. Tidak tanggung-tanggung, Jokowi mengancam akan mencopot jabatan dari mulai dirjen hingga menteri kalau terbukti menghambat proses dwelling time.


(AHL)