Komisi V DPR Minta Keselamatan Tol Cipali Diaudit

Tri Kurniawan    •    Jumat, 19 Jun 2015 13:54 WIB
mudik lebaran 2015
Komisi V DPR Minta Keselamatan Tol Cipali Diaudit
Sejumlah kendaraan melintasi Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) di Subang, Jawa Barat, Selasa 16 Juni 2015. Antara Foto/Prasetyo Utomo

Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi V DPR menyesalkan terjadi sejumlah kecelakaan di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali). Komisi yang membidangi infrastruktur dan  transportasi ini mendesak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengaudit teknis keselamatan ruas tol tersebut.
 
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPR Yudi Widiana Adia, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (19/6/2015). Hingga saat ini sudah lima kecelakaan yang menewaskan dua orang sejak tol tersebut diresmikan. 
 
"Kementerian PUPR harus segera mengaudit teknis terkait keselamatan di tol ini agar saat mudik nanti, tol ini benar-benar aman dan nyaman untuk dilalui," kata Yudi.
 
Komisi V, lanjut Yudi, juga mendesak Kementerian PUPR untuk segera melengkapi Tol Cipali dengan fasilitas pendukung seperti sarana penerangan, rambu lalu lintas, dan rest area.
 
Menurutnya, uji kelayakan dan audit teknis ini penting dilakukan karena kondisi lingkungan yang belum jelas, seperti kondisi tanah yang belum stabil, datangnya arah angin, sudut tikungan, jalan bergelombang dan sebagainya.
 
Jika semua ini sudah diketahui, bisa segera dipasang rambu-rambu yang memberikan informasi akurat kepada pengguna jalan tol tentang titik-titik berbahaya. 
 
"Jika uji kelayakan yang dilakukan seperti sekarang dengan membuka tol, kemudian menunggu hasilnya seperti apa, sama saja menjadikan pengguna tol sebagai kelinci percobaan," ujarnya.
 
Meski telah diresmikan pada 13 Juni, fasilitas di tol sepanjang 116 kilometer ini belum sepenuhnya ada. Rambu-rambu dan lampu penerangan masih minim dan sejumlah rest area belum selesai dikerjakan.
 
Padahal, arus kendaraan di jalur Tol Cipali terus meningkat. Akibatnya, tak hanya kemacetan, kecelakaan pun terjadi. Kondisi alas jalan yang bervariasi dari aspal ke concrete (beton), juga dapat membuat kerja ban lebih berat jika dipacu dengan kecepatan tinggi dan udara panas, sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan.


(TRK)