Luka Membaik, Buyung Tinggalkan RS Polri

Aedy azeza ulfi    •    Jumat, 19 Jun 2015 17:14 WIB
pembunuhan di ciledug
Luka Membaik, Buyung Tinggalkan RS Polri
Pintu Masuk Ruang Melati 2 Kelas Tiga--Metrotvnews.com/Aedy Azeza Ulfi

Metrotvnews.com, Jakarta: M. Rizky alias Buyung sudah tidak berada di Ruang Perawatan Tahanan Melati 2 kelas tiga, Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Pantauan Metrotvnews.com, Buyung tidak berada di ruangan tersebut.

"Iya dipindah ke tempat yang lebih nyaman, karena lukanya sudah membaik," tutur Kanit Reskrim Polsek Ciledug AKP Efendi di RS Polri, Jumat (19/6/2015).

Efendi enggan menjelaskan ke mana Buyung dipindahkan. Dia mengatakan kedatangannya ke RS Polri juga dalam rangka mengurus kepindahan Buyung.

Buyung dipindahkan dari Rumah Sakit Bhakti Asih, Ciledug, Tangerang, pada 12 Juni. Alasan penempatan Buyung di Ruang Khusus Tahanan RS Polri karena faktor biaya.

Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krisnha Murti mengatakan Buyung dipindah ke RS Polri lantaran BPJS milik Buyung sudah habis jangka waktunya. Jika tidak dipindahkan dapat memberatkan keluarga Buyung.

"BPJSnya habis, premi kuotanya habis. Saya juga bingung kenapa habis, biar di sana (RS Polri) saja. Beratkan keluarganya kalau tidak dipindah (dari RS Bhakti Asih)," ucap Krishna.

Buyung merupakan saksi kunci kasus pembunuhan adiknya, Putri Marisa Sakina. Dia satu-satunya yang ada di tempat kejadian saat pembunuhan Putri terjadi. Leher Buyung, seperti juga Putri, tersayat. Keterangan Buyung diyakini bisa mengungkap tabir yang menyelimuti kematian Putri.
 
Buyung pernah meminta maaf kepada ibunya karena tak bisa menjaga Putri. Putri ditemukan tewas dengan leher berlumuran darah di rumahnya, Minggu 7 Juni sekira pukul 15.30 WIB.


(YDH)