NasDem dan Golkar Mesra di Pilkada Malang

Aditya Mahatva Yodha    •    Minggu, 21 Jun 2015 16:17 WIB
pilkada serentak
NasDem dan Golkar Mesra di Pilkada Malang
DPP Nasdem resmi dukung petahanan Bupati Malang Rendra Kresna. Foto: MI/Faisol Taselan

Metrotvnews.com, Malang: Partai NasDem dan Partai Golkar, didukung Partai Kebangkitan Bangsa, kompak mendukung pencalonan kembali Rendra Kresna sebagai calon bupati Malang, Jawa Timur, periode 2015-2020.

Ketua DPC Partai NasDem Kabupaten Malang, Kresna Dewanata Phrosakh, menegaskan partai pimpinan Surya Paloh ini memiliki komitmen kuat menyukseskan pemerintahan Rendra jilid kedua dengan visi Madep Manteb (Mandiri, Agamis, Demokratis, Produktif, Maju, Aman,Tertib, dan Berdaya Saing) yang dinilai memuaskan.

“Kami dari Nasdem siap all out untuk Rendra. Dengan perkembangan dinamika politik saat ini, kami tetap solid. Untuk pemenangan juga harus menggandeng semua pihak, tidak hanya penguatan internal, tapi juga segi eksternal,” tutur anggota Komisi X DPR RI yang akrab disapa Dewa itu, melalui telepon, Minggu (21/6/2015).

Dewa yang merupakan anak kandung Rendra Kresna ini menegaskan koalisi NasDem dan Golkar di Kabupaten Malang tak terpengaruh dinamika di tataran pusat. Seperti diketahui, di DPR RI, Nasdem tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH) sedangkan Golkar di Koalisi Merah Putih (KMP).

“KIH dan KMP ini tidak terjadi di Pilkada. Dalam Pilkada hampir semua kader kembali ke sosok pemimpin putra daerah, tidak terpengaruh dari partai mana saja. Restu dari DPP sudah jelas. Komitmen ini akan dilanjutkan dengan program-program pemenangan,” tegasnya.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPP Partai Golongan Karya (Golkar) hasil Munas Riau, Ridwan Hisjam, juga memastikan rekomendasi terhadap Rendra akan turun pada Juli. “Rekomendasi turun Juli untuk Rendra,” ujar Ridwan.

Anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Timur V (Malang Raya) tersebut mengatakan keputusan Golkar mencalonkan Rendra karena elektibilitasnya tinggi.

"Dia sukses membangun Kabupaten Malang," kata mantan calon wakil gubernur Jawa Timur pada pilkada Jatim 2008 lalu itu.

Apalagi, kata Ridwan, sebelum tahapan pilkada dimulai Rendra sudah berhasil mengumpulkan 20 persen suara warga Kabupaten Malang melalui dukungan fotokopi KTP. Saat itu Rendra mempersiapkan diri maju melalui jalur independen akibat dualisme di tubuh Golkar. Namun, karena telah mendapatkan rekomendasi dari PKB dan Partai NasDem, Rendra urung maju lewat jalur tersebut.

“Pilkada itu memilih sosok. Partai hanyalah kendaraan. Misalkan tanpa Golkar, Rendra bisa saja maju sendiri. Itulah alasan kami mempertahankan dia,” kata Ridwan.


(UWA)