Marwan: Penguatan Ekonomi Desa Harus Berbasis Modal Sosial

Mohammad Adam    •    Senin, 22 Jun 2015 18:16 WIB
dana desa
Marwan: Penguatan Ekonomi Desa Harus Berbasis Modal Sosial
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, Foto:MI/Rommy Pujianto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Penguatan ekonomi desa menjadi salah satu fokus dari program Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Namun, penguatan ekonomi desa yang dimaksudkan bukan hanya sekedar produksi sektor primer yang kerap kali menempatkan masyarakat desa sebagai subsistem.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) Marwan Jafar, menjelaskan bahwa untuk menginisiasi kegiatan ekonomi yang mempunyai nilai tambah, perlu adanya upaya untuk menciptakan kewirausahawan yang basisnya bukan hanya modal finansial tapi juga modal sosial.

"Misalnya kalau kita bicara desa wisata, kita bukan hanya sekedar bicara kekuatan modal saja, akan tetapi juga ada kekuatan sosial seperti gotong royong yang kita punyai sebagai identitas masyarakat Indonesia, itu harus menjadi nilai tambah," ujar  Marwan dalam keterangan tertulis, Senin (22/6/2015).

menurut Marwan, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai salah satu instrumen penguatan ekonomi yang diamanatkan UU Desa, tidak harus melulu menyantuni kepentingan yang bersifat ekonomi. Tapi ada aspek-aspek sosial yang perlu dipenuhi.

"Sehingga keberadaan BUMDES itu menjadi relevan dalam konteks sosial masyarakat desa," kata dia.

BUMDes sebagai instrumen koorporasi dalam instrumen ekonomi di pedesaan, harus tetap meletakkan modal sosial masyarakat sebagai yang utama.

"Dengan seperti itu, jika meletakkan modal sosial sebagai yang utama, BUMDes tidak akan menimbulkan konflik kepentingan di tengah masyarakat. Kalau melulu hanya bertujuan mengumpulkan  modal finansial, BUMDes akan susah bertahan di tengah-tengah masyarakat," katanya.


(ADM)