VW Berminat Dirikan Pabrik di Sumut

- 20 Maret 2013 20:41 wib
Metrotvnews.com/ip
Metrotvnews.com/ip

Metrotvnews.com, Medan: Volkswagen berminat mendirikan pabrik perakitan mobil di Sumatra Utara. Perusahaan mobil asal Jerman itu menilai Sumut memiliki potensi besar.

"Sumatra Utara dianggap potensial mengingat investasi di Pulau Jawa sudah terlalu mahal," kata Duta Besar (Dubes) Jerman untuk Indonesia, Georg Witschel, saat bertemu dengan Sekretaris Daerah Provinsi Sumut H. Nurdin Lubis di Kantor Gubernur, Medan, Rabu (20/3).

Saat ini, menurut Witschel, VW sudah memiliki pabrik perakitan mobil di China dan berencana membangun satu pabrik perakitan di Indonesia.

"Volkswagen, Mercedes, dan BMW sudah punya pabrik perakitan di China. Di Indonesia pasar mobil besar, namun belum ada pabrik perakitannya. Saat ini, VW berpikir untuk investasi di Indonesia," ujarnya.

Witschel menyebutkan, dalam memilih lokasi investasi, VW mempertimbangkan berbagai syarat. Di antaranya adalah adanya pelabuhan yang memenuhi syarat, cukup energi listrik, tenaga kerja tidak mahal, dan ketersediaan tenaga ahli.

"Ketika perusahaan VW merakit mobilnya di daerah ini, mereka juga mempertimbangkan kelancaran distribusi produk tersebut,"  kata Dubes Jerman.

Sementara itu, Sekda Provinsi Sumut H. Nurdin Lubis mengatakan pihaknya sangat antusias dengan apa yang disampaikan oleh Dubes Jerman. Nurdin didampingi Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Sumut Purnama Dewi dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Sumut Jumsadi Damanik.

"Kami membuka seluasnya kemudahan investasi bagi swasta asing di Sumut, termasuk dari Jerman,"  kata Nurdin.

Sumut, lanjut dia, cukup potensial menjadi lokasi investasi. Terlebih, Sumut dengan mengembangkan proyek pusat pertumbuhan Indonesia bagian Barat melalui program MP3EI (Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia).

Di Sumut, kata Nurdin, sedang dikembangkan Kawasan Ekonomi Khusus Sei Simangke Kabupaten Simalungun yang akan didukung dengan infrastruktur transportasi yang terkoneksi. Demikian pula, Kabupaten Batubara berinisiatif membuat kawasan industri menyikapi pembangunan Pelabuhan Laut Internasional Kuala Tanjung di daerah tersebut.

"Dengan dukungan infrastruktur yang baik, Sumut merupakan daerah yang tepat bagi tujuan investasi," kata Nurdin. (ANT)

()

MOTOR
MOBIL
MODIFIKASI
TIPS

Mata Najwa: Menuju Ke-7

30 Juli 2014 18:04 wib

Mata Najwa: Bangsa Indonesia baru saja menjalani pesta demokrasi yang begitu semarak. Mulai dari pemilihan anggota legislatif, hingga pemilihan presiden. Jejak-jejak pesta demokrasi yang terekam dalam sejumlah episode mata najwa, selama lebih dari setahun terakhir pun dirangkai menjadi satu episode baru yang penuh cerita. Mulai dari mendadak bermunculannya sejumlah orang yang berminat mencalonkan diri sebagai presiden. Dengan alasan ditunjuk, mendapat wangsit maupun ingin membuat perubahan pada negeri. Serta pertarungan perebutan suara dalam pemilu legislatif. Caleg bermunculan dari berbagai kalangan , mulai dari artis hingga profesi unik. Isu suksesi kepemimpinan nasional juga dibahas najwa bersama Presiden RI ketiga, BJ Habibie dan mantan presiden kelima, sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Mata najwa menghadirkan lima tokoh di hadapan ribuan mahasiswa di Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) untuk berbagi inspirasi. Mereka adalah mantan wakil presiden Jusuf Kalla, gubernur DKI Jakarta, Joko widodo, tokoh pendidikan Anies Baswedan, ketua komisi pemberantasan korupsi, Abraham Samad dan gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Warna warni jalannya demokrasi saat pemilihan presiden tergambar dalam sejumlah episode mata najwa. Najwa sempat menantang Joko Widodo untuk memilih cawapres pendampingnya. Menghadirkan Jokowi bersama Jusuf Kalla, Dahlan Iskan dan Ahok. Namun, seperti biasa jokowi mampu menyimpan misteri. Dan saat opini publik telah terbelah menjadi nomor satu atau dua, mata najwa menghadirkan debat antara tim sukses kedua kubu untuk membedah visi misi kedua capres. Perjalanan politik joko widodo terekam dalam cuplikan kehadirannya sebagai narasumber mata najwa. Sejak saat ia masih menjabat sebagai walikota solo, saat memutuskan mencalonkan diri sebagai gubernur dki, bersama najwa blusukan ke pemukiman padat, saat memutuskan mengikuti pilpres, hingga kemudian hasil hitung cepat menunjukkan jokowi sebagai presiden terpilih. Selengkapnya hanya di mata najwa, tayang rabu 30 juli 2014 pukul 20.05WIB di Metro TV.