FSRU Lampung Butuh Upgrade Infrastruktur

Ade Hapsari Lestarini    •    Kamis, 25 Jun 2015 15:46 WIB
perusahaan gas negara (pgn)
FSRU Lampung Butuh Upgrade Infrastruktur
Ilustrasi (ANTARA FOTO/HO/Usman)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah diminta untuk meningkatkan infrastruktur Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Lampung. Oleh karena itu, FSRU Lampung harus lebih dimaksimalkan penyerapan gasnya oleh Perusahaan Gas Negara (PGN).

Demikian hal itu diungkapkan oleh Direktur Jenderal Migas, IGN Wiratmaja Puja melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (25/6/2015). Menurutnya, minimnya infrastruktur milik FSRU yang menyebabkan banyak pengalihan penjualan gas keluar negeri.

"Karena memang infrastrukur yang belum memadai. Akibatnya, banyak industri yang seharusnya membutuhkan gas, namun mereka terpaksa menggunakan BBM, listrik atau batubara termasuk juga FSRU Lampung yang masih memerlukan pengembangan infrastuktur pipa dan lain-lain, supaya bisa terserap optimal,” kata Wiratmaja.

Tak hanya itu, Wiratmaja pun berharap supaya ada kelanjutan pembangunan infrastuktur sektor migas khususnya di FSRU Lampung. Sehingga diharapkan pada 2019 benar-benar siap dan tidak ada gas yang dijual ke luar negeri.

"Itu masih terus diusahakan agar penyerapan gas untuk domestik bisa maksimal," ungkapnya.

Sementara itu, mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Effendi Simbolon menyarankan agar pemerintah mengambil upaya konkret untuk mengatasi persoalan tersebut, yang mengakibatkan pengalihan penjualan gas domestik ke luar negeri.

"Masalah ini sudah sangat mendesak. Pemerintah harus segera melakukan investigasi terhadap persoalan yang melibatkan PGN tersebut,” kata Effendi.

Menurut Effendi, melalui investigasi dapat diketahui duduk persoalan secara jelas. Pasalnya, mencari konsumen atau industri yang mampu menyerap gas tentu tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Bahkan, ketika FSRU dipindahkan dari Belawan ke Lampung, tentu dengan alasan bahwa pangsa pasar di Lampung lebih menjanjikan.

“Ada apa ini? Mengapa ujug-ujug tidak bisa menyerap? Jangan lupa, jual gas tidak sama dengan jual es yang bisa dilakukan saat itu juga,” katanya.

Sebelumnya, PGN juga mengakui bahwa FSRU Lampung tidak mampu menyerap gas yang seharusnya menjadi komitmen mereka. Melalui Kepala Divisi Korporat PGN Irwan Andri Atmanto, PGN membenarkan bahwa sejak enam bulan lalu, FSRU Lampung berhenti mengalirkan gas kepada PLN.

Menurut Irwan, FSRU Lampung pernah mengalirkan gas ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Tawar yang dioperasikan PLN. Namun, saat ini pasokan berhenti karena menunggu pembicaraan lebih lanjut dengan DPR.


(ABD)