Aksi Teror di Prancis

Sebelum Serangan, Prancis dalam Kondisi Waspada Teror

Fajar Nugraha    •    Jumat, 26 Jun 2015 18:21 WIB
teror di prancis
Sebelum Serangan, Prancis dalam Kondisi Waspada Teror
Lokasi serangan yang diisolasi pihak keamanan (Foto: EPA)

Metrotvnews.com, Paris: Sebelum serangan mengerikan yang terjadi di Grenoble, Prancis, ternyata pihak keamanan negara itu sudah meningkatkan ancaman bahaya teror selama sepekan terakhir.

Pihak berwenang Prancis sudah menetapkan siaga merah dalam menghadapi indiskasi serangan teror. Namun pada akhirnya serangan itu datang dan gagal dihadang. Demikian diberitakan Mirror, Jumat (26/6/2015).

Akibatnya, seorang pria tewas dengan kepala terpenggal di pabrik Air Product di Saint Quentin Favallier, Grenoble, Jumat (26/6/2015) pada pukul 10.00 waktu setempat.

Dua orang yang membawa bendera Islamic State (ISIS) melakukan serangan ini. Sementara pihak keamanan berhasil menangkap satu orang yang diduga terkait serangan itu.

Pria yang dikabarkan berusia sekitar 30 tahun, juga membawa bendera ISIS. Tidak diketahui apa peran pria tersebut dalam serangan ini.

Polisi telah mengisolasi lokasi kejadian penyerangan. Sementara menganggap peristiwa ini sebagai tindakan terorisme, mengingat salah satu pelaku dikenal di kalangan intelijen Prancis.

Belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab dalam kejadian ini. Bila ini adalah serangan teroris, maka ini adalah serangan teroris kedua yang dialami Prancis sejak Januari 2015 lalu.

Mei lalu, Perdana Menteri Prancis Manuel Valls mengatakan, pihak keamanan berhasil menggagalkan setidaknya lima rencana penyerangan. Sementara untuk serangan kali ini, belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab.

 


(FJR)