Soal Dana Parpol, Fahri Sebut Mendagri Tak Kuat Diserang

M Rodhi Aulia    •    Minggu, 28 Jun 2015 05:43 WIB
partai politik
Soal Dana Parpol, Fahri Sebut Mendagri Tak Kuat Diserang
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah/MTVN/M Rodhi Aulia

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai penarikan wacana peningkatan dana partai politik lantaran pemerintah tidak punya konsep yang matang. Pemerintah gampang goyah ketika diserang atau dikritisi berbagai pihak.

"Pak Tjahjo Kumolo (Mendagri) ngomong langsung tambah uang sekian (dana parpol). Diserang oleh publik karena konsepnya, enggak kuat, tarik diri lagi," kata Fahri di Kantor DPP Partai Perindo, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2015).

Politikus PKS ini menyesalkan sikap Mendagri. Karenanya, Fahri yakin pemerintah tidak punya konsep ketika berani melontarkan wacana di hadapan publik.

"Saya terus terang melihat pemerintah Jokowi ini, kurang berkonsep. Konsepnya kurang kuat. Itu sebabnya gampang goyah. Datang ke kita UU KPK harus diubah, begitu kena serang tarik diri. Ngomong soal dana aspirasi, tidak ada masalah masuk mekanisme pemerintah, diserang media dan LSM, tarik diri," terang Fahri.

Fahri berpandangan, negara sejatinya harus yakin dengan konsep yang telah dibuat sendiri. Negara juga harus tampil dalam penyelesaian segala masalah.

"Harus ada solusi dan jalan keluar. Sebab, kalau tidak diatur, rusak. Tidak ada pengaturan keuangan politik, di situlah terjadi (korupsi). Dimanapun di dunia ini, kalau mau korupsi hilang, aturlah pembiayaan politik secara rinci, detail, rupiah per rupiah," ungkap Fahri.

"Itu yang kita tantang. Saya sudah empat kali interupsi menteri keuangan, dalam paripurna selama saya menjadi anggota DPR. Belum ada Menkeu yang berani mengatur keuangan secara detail dan transparan. tapi senang menangkap politisi yang dituduh korupsi," imbuh dia.

Sebelumnya, Mendagri Tjahjo Kumolo pernah mewacanakan peningkatan anggaran parpol hingga Rp1 triliun. Akan tetapi, Tjahjo kembali mengurungkan niatnya itu setelah mendapatkan  masukan. Dana itu dialokasikan untuk ormas non-parpol.


(OJE)