Mantan Menlu Marty Khawatirkan Hubungan RI-Australia

Willy Haryono    •    Senin, 29 Jun 2015 16:04 WIB
indonesia-australia
Mantan Menlu Marty Khawatirkan Hubungan RI-Australia
Menlu Marty Natalegawa (kiri) berjabat tangan dengan Menlu Australia Julie Bishop di Nusa Dua, Bali, 28 Agustus 2014. AFP / SONNY TUMBELAKA

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengkhawatirkan hubungan Indonesia dan Australia yang saat ini memburuk karena beragam masalah. 

Menurut Marty, saat dirinya masih menduduki jabatan Menlu, Jakarta dan Canberra selalu meningkatkan komunikasi saat terjadinya masalah diplomatik. 

"Dari pengalaman saya di masa lalu, saat kami menghadapi suatu krisis, komunikasi diintensifkan," tutur Natalegawa kepada Sky News, Senin (29/6/2015). 

"Saya tidak yakin komunikasi seperti itu berlangsung saat ini, baik di ruang publik atau secara privat," sambung dia. 

Hubungan Indonesia dan Australia mulai memburuk setelah Presiden Joko Widodo memutuskan mengeksekusi mati sejumlah warga asing dalam kasus narkotika, termasuk dua dari Australia pada April lalu. 

Pemerintah Australia menunjukkan keberatannya dengan menarik duta besar Paul Grigson dari Jakarta. Belum lama ini, Grigson dikembalikan ke Jakarta. 

Natalegawa mengaku menolak adanya hukuman mati di Indonesia. Namun ia menekankan pandangannya itu bersifat pribadi, dan dirinya tidak pernah mengungkapkannya selama masih berada di kabinet pemerintahan terdahulu. 

Meski menolak hukuman mati, Natalegawa juga menyadari narkotika telah menjadi masalah signifikan di Indonesia. 

Setelah eksekusi, hubungan kedua negara kembali memburuk atas masalah sindikat perdagangan manusia. Pejabat Australia dilaporkan memberikan uang suap kepada kapten dan lima kru kapal agar membawa kembali kapal berisi imigran ke Indonesia.

Kapten dan kelima kru terdampar di Pulau Rote, dan menunjukkan uang suap yang diberikan pejabat imigrasi Australia sebesar USD5000. 

Perdana Menteri Tony Abbott tidak membantah maupun mengonfirmasi adanya pemberian uang suap. 

Sementara Menteri Imigrasi Petter Dutton menampik adanya ketegangan dalam hubungan bilateral negaranya dengan Indonesia. Dutton menegaskan saat ini Australia sedang bekerja dengan Indonesia dalam mengatasi sindikat perdagangan manusia. 


(WIL)