CEO Go-jek: Bisnis Tak Selalu Cari Untung

LB Ciputri Hutabarat    •    Selasa, 30 Jun 2015 17:38 WIB
gojek
CEO Go-jek: Bisnis Tak Selalu Cari Untung
Nadiem Makarim, CEO Go-Jek Indonesia berpose di call center Go-Jek di Jalan Ciasem I, Jakarta Selatan, Selasa 25 Oktober 2015. Foto: MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: CEO Go-Jek Nadiem Makariem mengatakan perusahaannya tak selalu mencari untung. Ada misi sosial di balik berdirinya perusahaan tersebut.

"Kami punya misi sosial buat mereka yang tadinya kerja 14 jam duduk nunggu customer cuma dapat narik empat kali sehari. Sekarang mereka bisa dapat 15 kali penumpang dalam sehari," kata Nadiem di Jalan Tulodong Atas, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2015).

Saat disinggung soal minimal pendidikan pengemudi Go-Jek harus SMP, Nadiem bilang itu bukan keharusan. Sebab, Go-Jek sejatinya pekerjaan orang-orang yang kekurangan finansial.

"Ini sebenarnya harapan buat mereka yang tak punya kesempatan di pekerjaan formal. Jadi saya pikir tak masalah, hanya jadi bahan pertimbangan saja (lulusan SMP)," imbuhnya.

Ditegaskan Nadiem, Go-Jek adalah perusahaan aplikasi yang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan ojek. Usaha ini sudah dirintis sejak 2010.

"Kami enggak punya sama sekali armada, kita hanya membantu masyarakat yang kesusahan cari ojek dan membantu driver ojek mempertemukan mereka dengan pelanggan," tegasnya.

Layanan Go-Jek sangat membantu pengguna dan pengemudinya. Bagi pengguna, memesan Go-Jek cukup melalui aplikasi Go-Jek. Sedangkan bagi pengemudi, kerja di Go-Jek sangat menguntungkan. Saat ini, pengemudi Go-Jek mencapai 10 ribu di beberapa kota.


(TRK)