Hakim Sarpin: Rekomendasi KY Abal-abal

Achmad Zulfikar Fazli    •    Kamis, 02 Jul 2015 10:24 WIB
sarpin rizaldi
Hakim Sarpin: Rekomendasi KY Abal-abal
Hakim Sarpin Rizaldi (Foto:Antara/Reno Esnir)

Metrotvnews.com, Jakarta: Rekomendasi yang dikeluarkan Komisi Yudisial (KY) berupsa sanksi skorsing enam bulan kepada Hakim Sarpin Rizaldi dinilai palsu. Sarpin tidak akan mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh KY.

"Bilang sama KY kalau rekomendasinya itu abal-abal," cetus Sarpin kepada Metrotvnews.com, di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Kamis (2/7/2015).

Ia pun memastikan tidak akan mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh KY. "Saya tidak peduli, tak ada urusan. Itu sifatnya hanya rekomendasi. Tidak bisa melarang saya sidang," kata dia.

Sarpin menegaskan, dirinya akan mematuhi putusan yang dikeluarkan Mahkamah Agung (MA) atas rekomendasi KY. Selama putusan itu belum keluar, ia mengklaim tetap berhak memimpin sidang.

"Memang dia (KY) bisa menghukum saya? Kalau sudah ada putusan MA baru saya laksanakan, tapi ini jalannya masih panjang," katanya.
Sebelumnya, KY merekomendasikan sanksi skorsing terhadap Hakim Sarpin Rizaldi. "Pleno KY lengkap menyepakati merekomendasikan sanksi skorsing (nonpalu) selama enam bulan," kata Wakil Ketua KY Imam Anshori Saleh, Selasa 30 Juni 2015.

Menurut dia, Sarpin melanggar beberapa prinsip dalam menangani perkara praperadilan yang dimenangkan Komjen Budi Gunawan. Sarpin dinilai tidak teliti dalam mengutip keterangan ahli yang dijadikan pertimbangan dalam memutus perkara.

Sarpin juga tidak teliti menuliskan identitas ahli dengan menyebut Prof. Sidharta sebagai ahli hukum pidana. Padahal, Sidharta adalah ahli filsafat hukum. Sarpin juga terbukti menerima fasilitas pembelaan dari kuasa hukum secara gratis.
 


(FZN)