Skutrik KTM E-Speed Masih Sebatas Impian

- 01 April 2013 19:17 wib
motoblog.it
motoblog.it

Media Indonesia, Jakarta: Di Indonesia, pabrikan sepeda motor sedang gencar-gencarnya merakit dan mempromosikan sepeda motor injeksi mereka karena peraturan emisi gas buang setingkat EURO 3 mulai Agustus nanti. Di luar sana, para pelaku industri roda dua sudah kasak-kusuk menggubah sepeda motor listrik yang nihil emisi.

Rencana penjualan Energica, prototipe motor sport listrik pertama di dunia, pada 2014 nanti baru juga lewat dua bulan lalu. Kini, giliran skutrik (skuter listrik) angkat nama lewat KTM E-Speed yang banyak dibicarakan berbagai laman daring otomotif luar negeri, penghujung Maret.

E-Speed digubah KTM sebagai kendaraan konsep dan telah unjuk diri secara perdana di Tokyo Motorcycle Show 2013. Sebelumnya, KTM juga telah memamerkan motor kros konsep mereka Freeride E, akhir 2011 silam.

Kolumnis earthtechling.com Nino Marchetti memuji tampilan E-Speed sebagai salah satu perwujudan dari 'konsep mobilitas urban masa depan berorientasi sport'. Ia menyukai bentuk rangka E-Speed bermodel trellis dan 'telanjang', namun tetap rapi dan mengkilat.

Sasis trellis bersama-sama dengan suspensi WP di kedua rodanya, disebut-sebut KTM sebagai 'paduan karya seni' untuk menjaga performa dan kenyamanannya sebagai skutrik perkotaan.

Pabrikan asal Austria itu juga mengklaim E-Speed, dengan bobot 139,7 kilogram, adalah pelari yang cukup gesit walaupun mengusung baterai listrik sebagai sumber tenaganya alih-alih mesin bensin. Skutrik yang satu ini mampu memproduksi tenaga 11 KW (setara dengan 14,75 hp) yang memutar roda belakang melalui sebuah belt hingga kecepatan maksimal sekitar 85 km/jam.

Modal energi E-Speed didapat dari baterai lithium-ion berkapasitas 4.36 kWh. Sumber tenaga yang satu ini diaku mampu terisi secara penuh dalam waktu dua jam melalui soket listrik bertegangan 220 Volt. Setelah itu, baterai akan habis setelah E-Speed menjelajah 60 km.

"Kami di KTM benar-benar yakin bahwa moda transportasi listrik adalah pelengkap sempurna dari kendaraan bermesin konvensional. Dalam jangka panjang, kendaraan listrik akan menjadi pilihan utama saat bepergian dalam jarak pendek, terutama di area-area yang sangat dengan tingkat perhatian terhadap lingkungan yang tinggi, seperti di alam terbuka ataupun kota metropolitan yang padat," jelas Chief Executive Officer (CEO) KTM Stefan Pierer seperti dikutip visordown.com.

KTM, menurutnya, menciptakan Freeride E dan E Speed sebagai sepeda motor masa depan mereka yang mudah digunakan, lincah, menyenangkan, dan tentu saja luar biasa ramah lingkungan.

Sayangnya, Pierer tidak menyebut-nyebut soal kapan E-Speed bakal diproduksi. Harapan agaknya harus tetap menjadi harapan dalam waktu yang cukup lama karena Freeride E saja sudah memasuki tahun kedua hanya sebagai motor konsep. Untuk saat ini, mari impikan hadirnya skutrik E-Speed terlebih dahulu. (Insan Akbar Krisnamusi)

()

BERAGAM program khusus kaum hawa digelar untuk memperingati hari kelahiran RA Kartini.