Sutan: KPK Jangan Ngotot, Ada Allah!

Yogi Bayu Aji    •    Kamis, 02 Jul 2015 14:45 WIB
sutan bhatoegana
Sutan: KPK Jangan Ngotot, Ada Allah!
Sutan Bhatoegana. Foto: Rommy Pujianto/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Bekas Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana menuding KPK telah menzalami dirinya. Sutan masih tak terima ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pembahasan APBNP Kementerian ESDM tahun anggaran 2013. 

"(KPK) Kalau (saya) enggak ada salah, jangan ngotot. Allah ada," kata Sutan dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (2/7/2015).

Sutan menuturkan, rumahnya sudah empat kali digeledah lembaga antirasywah itu. Dia mengatakan, para penyidik KPK mencari barang bukti kejahatan. Namun bukti tersebut tak ditemukan. "Jadi, saya jadi tersangka dulu baru cari-cari kesalahan," ucap dia.

Politikus Partai Demokrat yang terkenal dengan istilah "ngeri-ngeri sedap" itu yakin KPK telah zalim terhadapnya. Bahkan Sutan menyebut jaksa penuntut umum juga merupakan korban KPK. "Orang itu juga korban," jelas Sutan sambil menunjuk jaksa penuntut umum.

Sutan kini tengah menjalani persidangan dalam kasus dugaan suap korupsi dalam pembahasan APBN-P Kementerian ESDM tahun anggaran 2013. Sutan Bhatoegana, salah satunya, didakwa telah menerima hadiah atau janji (gratifikasi) dari Sekjen Kementerian ESDM Waryono Karyo sebesar USD 140 ribu untuk mempengaruhi anggota Komisi VII DPR dalam pembahasan APBNP.

Atas perbuatan itu, Sutan diancam pidana menurut Pasal 12 huruf a, Pasal 5 ayat (2) jo Pasal 5 ayat (1) huruf b, Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2011 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999. Mengacu pasal tersebut, Sutan terancam hukuman 20 tahun penjara.



(KRI)