SMI Perluas Usaha Penyaluran Pembiayaan ke Pemda

Antara    •    Kamis, 02 Jul 2015 14:47 WIB
infrastruktur
SMI Perluas Usaha Penyaluran Pembiayaan ke Pemda
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) (Persero), yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pembiayaan infrastruktur, akan memperluas cakupan usahanya dengan menyalurkan pembiayaan ke pemerintah daerah (pemda).

"Hal tersebut akan dilakukan setelah rampungnya pengalihan aset Pusat Investasi Pemerintah (PIP) ke perseroan senilai Rp18,3 triliun yang ditargetkan pada Agustus 2015," kata Direktur Utama SMI Emma Sri Martati, di Jakarta, Kamis (2/7/2015).

Dia menambahkan, SMI akan memiliki fungsi untuk membiayai pemda setelah pengalihan aset yang sebelummnya dijalankan PIP. Emma mengatakan seiring proses finalisasi pengalihan aset PIP, SMI juga sedang melakukan penilaian (assessment) terhadap sejumlah pemerintah daerah yang akan ditawari pembiayaan.

Tanpa merinci pemda tersebut, Emma meyakini pembiayaan dari SMI akan memperlebar ruang fiskal pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah. Selain pengalihan aset dari PIP, SMI juga memperoleh Penyertaan Modal Negara (PMN) seperti tertuang dalam APBNP 2015 sebesar Rp2 triliun.

Sebagaimana diketahui, Pemerintahan Presiden Joko Widodo berkomitmen untuk menggencarkan pembangunan dari daerah dan dari wilayah-wilayah terdepan untuk mencapai tingkat pemerataan ekonomi yang lebih baik. Dari APBNP 2015, telah digelontorkan anggaran transfer ke daerah dan pos anggaran baru yakni dana desa yakng secara agrefat jumlahnya mencapai sekitar Rp660 triliun.

Emma mengatakan, selain perluasan cakupan kegiatan pembiayaan, SMI juga menambah sektor yang dapat dibiayai yakni sektor infrastruktur sosial seperti infrastruktur perkotaan, fasilitas pendidikan dan kesehatan dan lainnya.

Kemudian, lanjut Emma, sektor efisiensi energi dan energi terbarukan seperti geothermal, energi tenaga surya dan energi tenaga angin. Selanjutnya adalah sektor pembiayaan untuk rolling stoc kereta api.


(ABD)