Fokus Penguatan Rupiah, Suku Bunga Diminta Jangan Naik

Gervin Nathaniel Purba    •    Minggu, 05 Jul 2015 10:04 WIB
rupiahbi rate
Fokus Penguatan Rupiah, Suku Bunga Diminta Jangan Naik
Hary Tanoesudibyo (MI/USMAN ISKANDAR)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah harus berusaha lebih keras lagi untuk menggerakkan perekonomian dalam rangka memperkuat nilai tukar rupiah. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan meminta industri perbankan menyalurkan kreditnya ke sektor produktif dan konsumtif.

Pengusaha MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan, pemerintah harus mendorong industri perbankan di Indonesia menyalurkan kredit ke sektor produktif dan konsumtif. Ketika sudah didorong, barulah memikirkan bagaimana caranya agar banyak dana segar yang masuk ke Indonesia berupa investasi.

"Bagaimana cara mendorong investasi agar banyak dana yang masuk," ujar Hary Tanoe, ketika ketika ditemui, di Hotel Sofyan, Jakarta, Sabtu 4 Juli 2015.

Ia menilai, bila hal tersebut bisa terjadi maka akan terjadi penguatan terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Kendati demikian, bukan berarti Bank Indonesia (BI) bersegera menaikkan suku bunga acuan (BI rate).

"Kalau diturunkan takutnya begitu uang keluar kursnya akan kena lagi. Sehingga, USD akan naik lagi," jelasnya.

Menurutnya, pemerintah sebaiknya memikirkan bagaimana caranya agar banyak investasi yang masuk ke Indonesia daripada menurunkan suku bunga acuan. Untuk memperkuat masuknya investasi, tak ada salahnya pemerintah melakukan road show.

"Pemerintah harus road show melalui Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)," pungkasnya.


(ABD)