Presiden Iri Serawak Lebih Baik dari Entikong

Desi Angriani    •    Selasa, 07 Jul 2015 16:16 WIB
perbatasan
Presiden Iri Serawak Lebih Baik dari Entikong
Presiden Jokowi. AFP/Bay Ismoyo

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo miris melihat keadaan Entikong, wilayah perbatasan di Kalimantan Barat. Sementara Serawak, wilayah perbatasan di Malaysia sudah menjadi pelabuhan internasional.

"Saat saya meninjau Pos Entikong Januari lalu, kita tidak gunakan dengan baik. Serawak, Malaysia, oleh pemerintah mereka ditetapkan menjadi pelabuhan internasional," kata Jokowi saat rapat terbatas di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (7/6/2015).

Menurutnya, selama ini Pos Entikong tidak melayani ekspor impor barang dari Indonesia ke Malayasia maupun sebaliknya. Sementara Pos Sarawak milik Malaysia melayani ekspor impor dan membangun terminal in land port di daerah terpadu.

"Ada peluang ekspor impor, tapi kita tidak gunakan dengan baik," imbuh dia.

Jokowi menyebut, pemerintah sudah mengalokasikan Rp1 triliun untuk membangun infrastruktur di lintas batas Entikong. Ia berharap, perbaikan perbatasan juga dilakukan di Papua.

"Kita sudah alokasikan Rp1 triliun untuk perbaiki fisik Entikong. Kita ingin perbaiki kondisi di perbatasan kita di perbatasan darat di Kalimantan dan Papua," pungkas dia.

Pembantu Presiden yang mendapat perintah membangun Entikong, yakni Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Dalam Negerti Tjahjo Kumolo, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, dan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.

Kemudian, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, Kepala Staf Kepresidenan Luhut Pandjaitan, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, dan Gubernur Kalbar Cornelis.


(TRK)