Honda Vario 125 CBS Idling Stop Bukukan Rekor Teririt 76,1 Km/Liter

- 10 April 2013 14:31 wib
Astra Honda Motor
Astra Honda Motor

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Astra Honda Motor (AHM) hari ini, Rabu (10/4) menggelar Fun Riding Honda Vario 125 CBS Idling Stop. Di ajang ini, fitur Idling Stop System (ISS) terbukti mampu membuat konsumsi bahan bakar jauh lebih irit dengan catatan terbaik 76,098 km/liter.

Fun Riding Honda Vario 125 CBS Idling Stop diikuti oleh para jurnalis dari berbagai media nasional dengan mengambil lokasi di kawasan Serpong dengan panjang rute sekitar 15,5 kilometer.

Pada rute yang ditetapkan, peserta melintasi 11 lampu merah yang memiliki durasi pemberhentian relatif lama. Kondisi ini sengaja dipilih untuk menguji langsung teknologi terbaru pada Honda Vario 125 CBS Idling Stop tersbut.

Konsumsi bahan bakar teririt 76,098 km/liter dicatat oleh Adib dari maniakmotor.com. Konsumsi BBM terbaik kedua tercatat 67,660 km/liter diraih oleh Jayadi dari gilamotor.com. Konsumsi BBM teririt berikutnya 67,234 km/liter yang diraih oleh Eko dari Motorev.

Angka ini jauh lebih hemat dibandingkan hasil pengujian konsumsi bahan bakar yang dilakukan AHM menggunakan metode ECE R40 di mana tercatat hanya 55,8 km/liter atau lebih hemat bahan bakar 7% dibandingkan Vario PGM-FI non ISS, bahkan bisa lebih hemat 37% dibandingkan dengan Vario tipe karburator.

"Dengan berkendara secara econo riding, konsumsi BBM Honda Vario 125 CBS Idling Stop ini bisa jauh lebih hemat. Ini menunjukkan teknologi Idling Stop System terbukti memberikan manfaat yang luar biasa kepada pemakainya," ujar Kristanto Head of Corporate Communication AHM.

Teknologi ISS berfungsi mematikan mesin sementara setelah skutik ini berhenti lebih dari 3 detik. Pengendara hanya perlu memutar grip gas untuk menghidupkan kembali. Teknologi ini akan sangat bermanfaat pada kondisi lalu lintas yang padat dengan tetap menjamin ketersediaan aliran listrik saat ISS ini diaktifkan.

Selain bermanfaat membuat lebih hemat, ISS juga membuat Honda Vario lebih ramah lingkungan. Fitur advance ini merupakan inovasi tahap lanjut yang sebelumnya telah diaplikasikan di motor premium Honda PCX150.

Fitur ini diperkenalkan Maret lalu pada Vario sambil mempertahankan teknologi dan fitur yang sebelumnya sudah terpasang pada eSP engine yang membuat proses start lebih halus.

Skutik ini juga menawarkan kenyamanan posisi berkendara serta nilai fungsional terbaik, termasuk kapasitas bagasi terbesar di kelasnya yaitu 18 liter (mampu memuat helm full face) dan kapasitas tangki bensin 5,5 liter.

Honda Vario 125 CBS Idling Stop dipasarkan dengan harga (on the road Jakarta) Rp16,35 juta. Varian ini memiliki 4 pilihan warna yaitu Vigor Black, Bionic Red, Nitro Blue, dan Razor White.

Sedangkan harga Honda Vario 125 Techno dipasarkan dengan harga Rp15,45 juta dengan 5 pilihan warna yaitu Sporty RWB, Sonic White Blue, Titanium Black, Lunar Red, dan Swift White Silver. AHM menargetkan Honda Vario 125 CBS Idling Stop terjual sebanyak 25.000 unit/bulan sedangkan Honda Vario 125 Techno 75.000 unit/bulan. (RO)

()

MOTOR
MOBIL
MODIFIKASI
TIPS

Mata Najwa: Melawan Arus

02 September 2014 21:09 wib

Mata Najwa: Perbedaan pendapat merupakan hal yang umum terjadi dan dijamin kebebasannya dalam UU negara. Namun ternyata di negara demokratis ini, perbedaan pendapat dan pandangan justru sulit diterima di sejumlah partai politik.  Sejumlah anggota yang memilih untuk melawan arus, harus menghadapi resiko menerima sanksi.  Reformasi dalam partai politik pun seakan tak berbunyi. Sebagai pilar demokrasi, partai politik malah jadi sumber masalah. Kaderisasi tak berjalan, hanya mencari kawan yang sepaham, sementara idealism tak lagi diusung ke depan.   Namun sikap para politikus pun harus ditelaah.  Apakah keberpihakan mereka memang sungguh mengikuti hati nurani, mendengar suara rakyat dan idealisme atau hanya membungkus sikap pragmatis. Mata Najwa mengundang politikus senior Lily Wahid yang pernah membuat gebrakan di PKB. Lily melawan kebijakan partai saat duduk di kursi DPR, menggugat kasus Century dan mengusung hak angket mafia pajak. Serta Yusuf Supendi yang terus mengkritisi ketidak-adilan elit partai yang didirikannya, PKS. Dari jalur politik terkini, hadir pula sebagai narasumber politikus partai Demokrat, Ruhut Sitompul, politikus partai Gerindra, Harris Indra dan politikus partai Golkar, Nusron Wahid. Ketiganya menghadapi situasi yang berbeda-beda, meski sama-sama melawan arus kebijakan partainya dengan mendukung Jokowi. Pengamat politik, Yunarto Wijaya juga hadir untuk memberikan gambaran mengenai kondisi partai politik Indonesia saat ini.  Saksikan selengkapnya hanya di Mata Najwa, Rabu 3 September 2014 pukul 20:05 WIB di Metro TV.