Kemenlu Telusuri Informasi Dua Pilot yang Bergabung ISIS

Gervin Nathaniel Purba    •    Kamis, 09 Jul 2015 14:56 WIB
wni gabung isis
Kemenlu Telusuri Informasi Dua Pilot yang Bergabung ISIS
Jubir Kemenlu Arrmanatha Nasir. (Foto: Metro TV)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Luar Negeri mengaku baru mengetahui informasi adanya dua pilot Indonesia yang bergabung dengan kelompok militan Islamic State (ISIS) dari media. 

Juru bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir menegaskan pihaknya sedang berusaha mencari informasi lebih lanjut, baik di dalam maupun luar negeri. 

"Saya dan pihak keamanan selalu memonitor. Masalah ini menjadi tantangan semua negara. Diharapkan adanya kerja sama antar negara untuk memantau warga negaranya," ucap pria yang akrab disapa Tata di Kemenlu, Jakarta, Kamis (9/7/2015). 

"Indonesia memantau gerak gerik WNI, dan Indonesia memantau WNA yang berpotensi melakukan tindak bahaya dan radikal," sambung dia. 

Tata belum mengetahui pasti data serta jumlah WNI yang bergabung ISIS, karena menurut dia, data itu ada di Badan Intelijen Negara dan Densus 88. 

Menurut Kepolisian Federal Australia, dua pilot RI bernama Ridwan Agustin dan Tommy Hendratno menjadi radikal setelah terpengaruh propaganda ISIS di media sosial. 

Laporan ini diterbitkan The Intercept, media yang menjadi corong bagi dokumen-dokumen rahasia dari pembobol Edward Snowden. 

"Kedua (pilot) tampak terpengaruh elemen pro-IS, termasuk propaganda ekstremis di dunia maya yang muncul di outlet radikal Indonesia. Mereka juga terpengaruh dari seorang terduga teroris Indonesia yang saat ini mungkin ada di Suriah atau Irak," tulis laporan itu. 

Ridwan Agustin diketahui sebagai pilot AirAsia yang sudah bergabung sejak 2009. Dalam akun Facebook-nya, Ridwan menunjukkan foto-foto ketika masih pelatihan di kantor Airbus di Tolouse, Prancis bersama tim AirAsia.

Ridwan disebut lulus pelatihan pilot dari AirAsia Academy pada Januari 2010. Bersama AirAsia, dia melintasi rute internasional termasuk Hong Kong dan Singapura serta rute domestik.

Pada September 2014, profil Ridwan Ahmad berubah nama menjadi Ridwan Ahmad Indonesiy. Saat itu dirinya menyatakan keinginan untuk bertempur di Kobani.

Sementara Tommy dikenal sebagai mantan pilot militer yang dilatih di Paris dan bekerja untuk sebuah sekolah penerbangan lokal. Berita terakhir Tommy menjadi pilot perusahaan penerbangan carter Premiair.

Pria itu disebut-sebut menjalani pelatihan pilot di Amerika Serikat (AS), satu bulan sebelum laporan ini dikeluarkan oleh AFP. Namun pihak Premiar, Norman Sukardi yang dimintai konfirmasi oleh The Intercept memastikan bahwa Hendratno sudah tidak lagi bekerja untuk perusahaan itu sejak 1 Juni.


(WIL)