Januari 2016, OJK Harap LAPS Sudah Beropreasi Penuh

Antara    •    Kamis, 09 Jul 2015 17:47 WIB
ojk
Januari 2016, OJK Harap LAPS Sudah Beropreasi Penuh
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Manado: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap agar Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS) bisa beroperasi penuh pada Januari 2016. Lembaga ini menjadi penting untuk memberikan kestabilan pada industri jasa keuangan di Tanah Air.

"Sejak April lalu, sebenarnya sudah ada LAPS yang diujicobakan, namun baru mencakup sektor asuransi, pasar modal, dan dana pensiun," kata Kepala Departemen Perlindungan Konsumen OJK Anto Prabowo, di Manado, Kamis (9/7/2015).

Dia mengatakan, di November ini akan ada uji coba kembali Laps yang mencakup sektor perbankan, pegadaian, penjaminan dan pembiayaan. Dirinya berharap agar Laps bisa beroperasi penuh pada Januari 2016. 

Dengan demikian, lanjutnya, kewenangan untuk fasilitasi, mediasi, arbitrase, dan yudifikasi bisa dilimpahkan ke lembaga tersebut. Langkah itu dilakukan agar OJK bisa murni melaksanakan fungsi dan tugasnya dalam melakukan pengawasan.

Menurutnya, lembaga itu memang didirikan oleh industri. Namun, pihaknya juga tetap melakukan fungsi pengawasan ke lembaga ini. Anto menjelaskan, dari Januari-Juli 2015 secara nasional ada 14.986 layanan yang terdiri dari 627 pengaduan dan sisanya berupa pertanyaan informasi.

Sementara itu, Kepala OJK Sulawesi Utara Gorontalo dan Maluku Utara (Sulutgomalut) Dwi Suharyanto mengatakan, dalam periode Januari-Juni ada 222 masyarakat yang melakukan konsultasi. "Dari jumlah itu, ada 84 yang melakukan pengaduan secara tertulis," katanya.

Jumlah itu, lanjutnya, terdiri 65 di sektor perbankan, 15 di sektor pembiayaan dan 4 di sektor asuransi, sementara untuk pasar modal belum ada. Dwi berharap agar industri keuangan bisa mempermudah proses pengaduan dan memberikan target respon yang jelas. "Kalau industri dipercaya masyarakat dengan sendirinya industri yang diuntungkan," pungkasnya.


(ABD)