Impresi Pertama Menjajal Tree of Savior

Riandanu Madi Utomo    •    Jumat, 10 Jul 2015 10:59 WIB
games
Impresi Pertama Menjajal Tree of Savior
Salah satu dari area yang ada di Tree of Savior

Metrotvnews.com, Jakarta: Bertempat di Gemscool Arena, Jakarta, Gemscool secara resmi memperkenalkan game MMORPG terbarunya, Tree of Savior. MMORPG besutan IMCGAmes, pengembang game asal Korea Selatan, tersebut tampil dengan gaya permainan dan tampilan ala MMORPG klasik seperti halnya MMORPG legendaris Ragnarok Online. Kami pun diberikan kesempatan untuk menjajal MMORPG terbaru ini.

Kami bermain sebagai Wizzard yang merupakan karakter dengan serangan sihir. Saat membuat karakter, kami dapat memilih salah satu dari beberapa model rambut yang disediakan. Sayangnya warna rambut masih belum terlihat dapat dipilih di dalam game.

Wizzard menyerang dengan menggunakan serangan sihir dan serangannya cukup memiliki jarak, sehingga kami dapat bermain menjaga jarak dengan musuh kami. Di dalam game, kami sempat menjalin party dengan salah seorang pemain lain, dan kami pun berhasil membunuh beberapa karakter mini boss dalam game.



Ada beberapa hal yang membuat game ini terasa unik dan asyik untuk dimainkan. Hal pertama yang kami soroti adalah grafisnya yang terasa klasik namun juga tidak meninggalkan kesan modern. Tree of Savior menggunakan grafis 2.5D sehingga pemain hanya dapat melihat dari satu sisi saja dan tidak bisa memutar kameranya.

Meskipun demikian, Tree of Savior masih sangat nyaman untuk dimainkan, bahkan tak kalah dengan game-game dengan grafis 3D lainnya. Desain dunia yang dinamis dan tertata rapi membuat karakter selalu dapat terlihat di layar, sehingga memudahkan pemain untuk mengontrol karakternya.



Hal kedua yang menjadi sorotan kami adalah kontrol. Tree of Savior memiliki fungsi kontrol yang agak sedikit berbeda dengan MMORPG pada umumnya. Secara default, game ini menggunakan keyboard sebagai alat kontrol utamanya.

Pemain menggunakan tombol arah untuk mengontrol karakternya, dan menggunakan kombinasi tombol lainnya untuk mengeluarkan skill, menyerang dan menggunakan item. Tree of Savior juga memiliki opsi alat kontrol lainnya, yaitu dengan menggunakan mouse (point and click), serta menggunakan gamepad.



Selain dua hal di atas, beberapa fitur yang kami harapkan dalam game ini ternyata benar-benar muncul. Pertama adalah multibahasa. Dalam client beta yang kami gunakan untuk mencoba game ini, fitur multibahasa telah terimplementasi di dalamnya.

Bahasa yang hadir adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Korea. Selanjutnya adalah fitur PvP dan fitur sosial. Gamescool beserta IMCGames menegaskan bahwa Tree of Savior akan memiliki fitur sosial berupa guild dan party, serta fitur PvP yang dapat dilakukan di arena.



Meskipun hanya menjajal sebentar, kami dapat melihat potensi besar Tree of Savior. Gemscool yang sedang bergerak agresif di tahun ini tampaknya memang kembali ingin menguasai lini MMORPG di Indonesia setelah sukses besar dengan Dragon Nest.

Selain Tree of Savior, Gemscool juga akan merilis MMORPG lain, Echo of Soul yang memiliki tema dan gameplay yang hampir berkebalikan dengan Tree of Savior.


(ABE)