Dorong Industri Ban Nasional, Mendag Perketat Impor Ban

Husen Miftahudin    •    Rabu, 15 Jul 2015 15:01 WIB
industri ban
Dorong Industri Ban Nasional, Mendag Perketat Impor Ban
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan perbaikan pada tata niaga dengan memperketat impor ban. Hal ini dikatakan Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel sebagai upaya untuk mengembangkan industri ban di dalam negeri.

Pengetatan impor ban tersebut melalui pencabutan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 40/M-DAG/PER/12/2011 tentang Verifikasi atau Penelusuran Teknis Impor dan menerbitkan Permendag Nomor 45/M-DAG/PER/6/2015 Tanggal 29 Juni 2015 Tentang Ketentuan Impor Ban. Ketentuan ini baru diberlakukan pada 7 Oktober 2015 nanti.

"Pengetatan impor ban yang baru ini bertujuan untuk mendukung ketersediaan dan pemenuhan kebutuhan ban di dalam negeri, serta mendorong pembangunan industri ban nasional. Pengetatan impor ban ini juga ingin menciptakan persaingan usaha yang sehat," ujar Rachmat, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (15/7/2015).

Sebagai informasi, pengaturan impor yang lama mewajibkan verifikasi atau penelusuran teknis impor. Sedangkan, dalam ketentuan impor ban yang baru ini, pemerintah menambah pengaturan importasi ban, antara lain ban yang diimpor oleh industri pengguna ban harus terlebih dahulu mendapatkan pengakuan sebagai Importir Produsen (IP-Ban) dan penetapan sebagai Importir Terdaftar (IT-Ban) serta persetujuan impor.

Persetujuan impor diwajibkan melengkapi persyaratan dengan melampirkan fotokopi Surat Keterangan Pencantuman Label dalam Bahasa Indonesia (SKPLBI) Ban, Sertifikat Produk Penggunaan Tanda Standar Nasional Indonesia (SPPT SNI) Ban, Surat Pendaftaran Tipe Ban, Nomor Pendaftaran Barang (NPB) Ban, dan rekomendasi dari Kementerian Perindustrian.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Partogi Pangaribuan mengungkapkan, pengetatan impor juga diterapkan untuk tujuan pelabuhan laut. Impor ban hanya dapat dilakukan melalui pelabuhan tujuan pelabuhan laut, yaitu Belawan di Medan, Tanjung Priok di Jakarta, Tanjung Perak di Surabaya, Semayang di Balikpapan, Soekarno Hatta di Makassar, dan Sorong di Papua. Impor juga bisa dilakukan melalui pelabuhan udara internasional di Indonesia.

"Setiap pelaksanaan impor ban harus terlebih dahulu dilakukan verifikasi atau penelusuran teknis impor di pelabuhan muat," tuturnya.

Sementara itu, lanjutnya, dalam rangka pengembangan usaha dan investasi, industri lokal diizinkan mengimpor ban untuk tujuan tes pasar selama enam bulan dan hanya dapat diperpanjang sekali untuk enam bulan setelah mendapat penetapan sebagai produsen importir ban.

"Permendag ini saya harapkan mampu mendorong program hilirisasi dengan peningkatan industri ban dalam negeri yang menggunakan bahan baku (karet) lokal," pungkas Partogi.


(ABD)