Petisi Dukung Tempe Jadi Warisan Budaya Indonesia Ramai di Dunia Maya

Damar Iradat    •    Kamis, 16 Jul 2015 09:46 WIB
budaya
Petisi Dukung Tempe Jadi Warisan Budaya Indonesia Ramai di Dunia Maya
Pembuat Tempe----Ant/Lucky

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebuah petisi untuk mendukung tempe sebagai warisan budaya Indonesia mulai marak di dunia maya. Makanan yang dibuat dari fermentasi kacang kedelai oleh kapang Rhizopus oligosporus dinilai memiliki sejarah panjang di Tanah Air.

Lewat laman Change.org, Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (Pergizi Pangan) Indonesia membuat petisi yang berjudul "Dukung Tempe sebagai Warisan Budaya Indonesia." Petisi ini ditujukan langsung ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Anies Baswedan dan juga UNESCO.

Dalam petisinya, Pergizi menulis tempe sekarang sudah sangat dikenal banyak penduduk di beberapa negara. Bukti sejarah menunjukkan, tempe dengan bahan dasar kedelai merupakan produk fermentasi yang pertama kali dibuat masyarakat Jawa Tengah dan sudah biasa dikonsumsi sejak 1700-an.

"Di Indonesia, tempe telah diterima sebagai salah satu pangan sehat dan bergizi tinggi. Meskipun demikian, tempe masih dianggap sebagai pangan kelas sosial ekonomi rendah. Hal ini menjadi salah satu alasan tempe masih kurang mendapat perhatian mendalam dari pemerintah, para pengambil kebijakan dan swasta sehingga perkembangan tempe di Indonesia relatif lamban," isi pernyataan dalam petisi yang diakses Metrotvnews.com, Kamis (16/7/2015).

"Sementara itu, di beberapa negara lain, tempe justru mendapat perhatian besar, khususnya perhatian terhadap kandungan gizi tempe yang unik, yaitu tempe dapat digunakan untuk mengatasi masalah gizi kurang pada masyarakat miskin, serta potensi untuk mencegah penyakit kronis."

Hal tersebut, menurut Pergizi, malah menjadikan tempe  diklaim dan diakui sebagai pangan asli negara lain. Untuk itu, terinspirasi dari pengakuan UNESCO terhadap batik dalam daftar Intangible Cultural Heritage of Humanity, tempe memiliki potensi yang besar untuk tercantum dalam daftar tersebut.

"Dengan tercantum dalam daftar Intangible Cultural Heritage of Humanity, UNESCO, maka status tempe akan meningkat baik bagi masyarakat Indonesia maupun dunia. Hal tersebut juga dapat memperbaiki status tempe yang selama ini dikenal sebagai pangan masyarakat miskin sehingga dapat dikonsumsi dengan bangga oleh semua kalangan."

Petisi ini sudah dijalankan sejak Rabu, 15 Juli kemarin. Hingga Kamis pagi, pukul 09.30 WIB, sudah ada 11.815 orang yang ikut menandatangani petisi ini.


(TII)