Jules Bianchi Meninggal, Dunia Formula 1 Berduka

Krisna Octavianus    •    Sabtu, 18 Jul 2015 09:30 WIB
f1
Jules Bianchi Meninggal, Dunia Formula 1 Berduka
Jules Bianchi (Foto: AP/Shizuo Kambayashi)

Metrotvnews.com, Nice: Kabar duka datang dari dunia balap Formula 1. Pembalap Marussia, Jules Bianchi hari ini 18 Juli pagi WIB meninggal dunia setelah koma selama sembilan bulan akibat kecelakaan di GP Jepang tahun lalu.

Bianchi mengalami kecelakaan hebat saat balapan di Sirkuit Suzuka Jepang pada Oktober 2014. Pembalap berusia 25 tahun itu saat kehilangan kontrol mobilnya dan menabrak crane yang sedang mengevakuasi mobil pembalap Sauber, Adrian Sutil.

Bianchi lantas mengalami luka parah di kepalanya dan menjalani operasi. Setelah operasi, pria Prancis itu tidak sadar selama sembilan bulan sampai menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Centre Hospitaler di Nice, Prancis.

Kabar kematian sang pembalap dikonformasi langsung oleh pihak kelurga. (NBC Sports)

Berikut pernyataan resmi dari pihak keluarga Bianchi:

"Dengan kesedihan yang mendalam dari orang tua dari Jules Bianchi, Philippe dan Christine, serta saudaranya Tom dan adik Melanie, ingin memberitahu bahwa Jules meninggal tadi malam di Centre Hospitalier Universitaire (CHU) di Nice, (Prancis) di mana ia dirawat setelah kecelakaan pada 5 Oktober 2014 di Sirkuit Suzuka saat balapan Formula 1 Grand Prix Jepang."

"Jules terus berjuang sampai akhir, seperti yang selalu dilakukannya, tapi hari ini pertempuran berakhir. Rasa sakit yang kami rasakan sangat besar dan tak terlukiskan. Kami ingin berterima kasih kepada staf medis di Nice CHU yang mengurusnya dengan cinta dan dedikasi. Kami juga berterima kasih kepada staf dari Pusat Medis Umum di Prefektur Mie (Jepang) yang juga mau mengurusi setelah Jules mengalami kecelakaan, serta semua dokter lain yang telah terlibat dengan perawatannya selama beberapa bulan terakhir."

"Selain itu, kami berterima kasih kepada rekan, teman, fan, dan semua orang yang menunjukkan cinta kasih kepasa Jules selama beberapa bulan terakhir ini, yang memberi kami kekuatan besar dan membantu kami menangani masa-masa sulit seperti ini. Mendengarkan dan membaca banyak pesan membuat kami menyadari betapa banyak Jules telah menyentuh hati dan pikiran begitu banyak orang di seluruh dunia."

"Kami ingin meminta privasi kami dihormati selama masa sulit ini, sementara kami mencoba untuk mengikhlaskan kepergian Jules."


(KRS)