Pramugari KA: Kalau Mudik, Penumpang Gampang Emosi

Amaluddin    •    Sabtu, 18 Jul 2015 16:58 WIB
lebaran 2015
Pramugari KA: Kalau Mudik, Penumpang Gampang Emosi
Pramugari di salah satu kereta api. Foto: Metrotvnews

Metrotvnews.com, Surabaya: Suka dan duka banyak dialami pramugari kereta api yang tetap bekerja saat hari raya Idul Fitri. Salah satunya, sikap pemudik yang kerap emosional.

"Sebenarnya ingin sekali kumpul sama keluarga. Tapi kan nggak ada libur. Jadi, ke orang tua cuma bisa minta maaf lewat telepon saja." terang salah satu pramugari kereta api kelas eksekutif Surabaya-jakarta PP, Indriani, kemarin.

Sayangnya, selama arus mudik, sikap penumpang kereta api berbeda dengan hari-hari biasa. Kali ini, pemudik lebih mudah marah.

"Kalau mudik, penumpang itu gampang emosi. Ya, mungkin karena banyaknya barang-barang yang dibawa. Saat Lebaran mereka masih berada di kereta." lanjutnya.

Indriani mencontohkan, saat pramugari sedang berjalan membawa makanan atau minuman. tanpa sengaja menyenggol kaki penumpang yang sedang tidur. "Saat itulah penumpang yang terbangun langsung memakinya di hadapan penumpang lain," katanya.

Indriani dan pramugari lain tetap profesional dan memahami kondisi penumpang yang sedang mudik.

Indriani mengatakan, jika dibandingkan dengan penumpang selama mudik, mungkin pramugari tidak kalah lelahnya. Sebab, saat kereta api berhenti, pramugari harus tetap berdiri di depan kereta api dan memberi salam kepada penumpang yang akan masuk kereta.

Dan ketika kereta api berangkat, pramugari pun harus tetap berdiri dan mondar-mandir melayani permintaan penumpang selama 15 jam dari Surabaya-Jakarta atau sebaliknya.

"Tak jarang, ketika kereta sudah berhenti sampai stasiun tujuan, pramugari hanya istirahat sebentar," katanya.

Indriani merasakan bekerja pada saat arus mudik berbeda dengan hari-hari biasa. Meski demikian, lagi-lagi pramugari tetap dituntut bersikap profesional.


(UWA)