Aktivitas Gunung Raung Menurun, Bandara Jember Kembali Dibuka

Wandi Yusuf    •    Minggu, 19 Jul 2015 16:11 WIB
gunung raung
Aktivitas Gunung Raung Menurun, Bandara Jember Kembali Dibuka
Asap solfatara menyembur dari Gunung Raung terlihat dari Desa Sumber Arum, Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (4/7). Foto: Antara/Budi Candra Setya

Metrotvnews.com, Jember: Bandara Notohadinegoro di Kabupaten Jember, Jawa Timur, kembali dibuka dan beroperasi normal melayani penerbangan dengan rute Jember-Surabaya PP, hari ini. Selama seminggu terakhir, bandara ini sempat ditutup akibat abu vulkanik Gunung Raung.

"Bandara Notohadinegoro dibuka sejak pukul 06.03 WIB berdasarkan Notam (Notice to Airmen) Nomor C0582/15. Sehingga, aktivitas penerbangan hari ini kembali normal," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bandara
Notohadinegoro, Edi Purnomo, seperti dilansir Antara, di Kabupaten Jember, Minggu (19/7/2015).

Bandara yang berada di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, ditutup sepekan sejak Senin 13 Juli hingga Sabtu 18 Juli karena abu vulkanik mengguyur kawasan bandara. Saat itu, rute penerbangan terdampak debu vulkanik Gunung Raung.

Menurutnya, hujan abu vulkanik sudah tidak turun lagi di kawasan Bandara Notohadinegoro sejak Sabtu 18 Juli. Petugas juga sudah membersihkan landasan pacu serta sejumlah sarana penunjang di bandara yang
sempat terkena abu vulkanik.

"Penerbangan pesawat Garuda Indonesia berjalan lancar, namun sempat terlambat karena mendung," tuturnya.

Sesuai jadwal, penerbangan dari Bandara Notohadinegoro Jember menuju Bandara Juanda Surabaya berangkat pukul 10.20 WIB, namun akibat mendung pesawat jenis ATR 72-600 berkapasitas 70 penumpang itu berangkat pukul
12.27 WIB.

"Pesawat Garuda landing pukul 11.55 WIB dan tinggal landas sekitar pukul 12.27 WIB. Penumpang yang tiba di Bandara Notohadinegoro Jember sebanyak 15 orang, sedangkan penumpang yang berangkat dari Jember
menuju Surabaya sebanyak 22 orang," paparnya.

Sebelumnya, General Manajer PT Garuda Indonesia Tbk Area Jember, Syamsul Adnan, mengatakan penutupan Bandara Notohadinegoro selama beberapa hari akibat abu vulkanik Gunung Raung berdampak pada penurunan jumlah penumpang selama arus mudik Lebaran.

"Prediksi kami terjadi peningkatan jumlah penumpang pada Juli seiring dengan liburan sekolah dan arus mudik Lebaran, namun yang terjadi justru sebaliknya. Yakni, penurunan yang cukup signifikan," tuturnya.

Ia berharap aktivitas Gunung Raung tidak kembali meningkat sehingga tidak memengaruhi aktivitas penerbangan di sejumlah bandara, termasuk di Bandara Notohadinegoro.


(UWA)