Harga Minyak Melemah Disebabkan Situasi di Arab Saudi & AS

Eko Nordiansyah    •    Senin, 20 Jul 2015 15:22 WIB
minyak
Harga Minyak Melemah Disebabkan Situasi di Arab Saudi & AS
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Metrotvnews.com, Singapore: Harga minyak dunia ditaksir melemah pada Senin. Hal ini karena data menunjukkan ekspor Arab Saudi jatuh ke level terendah dalam lima bulan serta kebangkitan dalam kegiatan pengeboran minyak Amerika Serikat (AS) di awal bulan ini yang tampaknya gagal.

Minyak mentah berjangka internasional dan AS sama-sama membukukan kerugian mingguan berturut-turut tiga pekan lalu pada ekspektasi peningkatan ekspor dari Iran, menyusul kesepakatan untuk meringankan sanksi terhadap produsen OPEC.

Minyak mentah Brent September berada pada 12 sen lebih rendah pada USD56,98 per barel. Benchmark telah jatuh hampir tiga persen pekan lalu dan lebih dari 10 persen untuk bulan ini.

Selain itu, minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI), juga turun 17 sen menjadi USD50,72 pada Senin, setelah jatuh lebih dari tiga persen pekan lalu dan lebih dari 14 persen pada Juli.

Ekspor minyak mentah Arab Saudi juga jatuh pada Mei ke angka terendah mereka sejak Desember, dengan data resmi yang menunjukkan pengiriman harian mencapai 6.935.000 barel per hari (bph) dibandingkan dengan 7.737.000 barel per hari pada April.

Menurut sebuah laporan Baker Hughes Inc, di Amerika Serikat, pengebor memotong tujuh rig minyak pekan lalu. Sedangkan WTI diprediksi akan kembali ke tingkat bulan lalu sekitar USD60 per barel.

"Produsen AS akan meningkatkan aktivitas kembali dengan biaya yang turun hampir 30 persen dan produsen semakin nyaman (dengan ekonomi saat ini)," ujar analis di Goldman Sachs seperti dikutip dari Reuters, Senin (20/7/2015).

Sementara itu, Schlumberger NV mengatakan, hal tersebut dipengaruhi permintaan di jasa ladang minyak di Amerika Utara yang telah terpukul oleh penurunan tajam harga minyak. Sedangkan kegiatan pemboran saat ini menunjukkan produksi AS akan tumbuh lebih dari 100.000 barel per hari pada 2016.

Di sisi lain, Menteri Energi Rusia, Alexander Novak mengatakan, akan bertemu Sekretaris Jenderal OPEC Abdullah al-Badri di Moskow pada 30 Juli untuk membahas pasar minyak dan situasi Iran.


(ABD)