Pertamina Jamin Tak Ada Kelangkaan BBM di Jateng dan DIY

Ahmad Mustaqim    •    Rabu, 22 Jul 2015 16:34 WIB
bbm langka
Pertamina Jamin Tak Ada Kelangkaan BBM di Jateng dan DIY
SPBU di wilayah Pantura Brebes banyak yang kehabisan stok premium dan solar. Foto: Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi

Metrotvnews.com, Yogyakarta: PT Pertamina Regional DIY dan Jawa Tengah memastikan tak ada kelangkaan BBM. Untuk memastikan hal itu, pihak pertamina memberikan fasilitas kredit kepada SPBU yang kesulitan melakukan penebusan BBM ke bank.

"Pertamina juga melayani mekanisme setor angkut pada hari yang sama agar SPBU tetap memiliki stok BBM. Mekanisme penebusan reguler adalah H-1 sebelum pengiriman BBM ke SPBU," kata External Relationship Pertamina DIY dan Jateng, Roberth MV, dalam rilis media yang diterima Metrotvnews.com, Rabu (22/7/2015).

Pertamina, Robert melanjutkan, terus meningkatkan stok tanki BBM di SPBU dan fokus pada arus balik Lebaran, serta mengoptimalkan SPBU Kantong yang ada. Selain itu, Pertamina juga berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan pengawalan terhadap rangkaian mobil tanki BBM agar tidak terjebak dan terkendala kemacetan lalu lintas.

"Saat ini Pertamina telah melaksanakan dua kali pendistribusian BBM dengan rangkaian mobil tanki BBM yang menggunakan pengawalan kepolisian untuk menyalurkan ke SPBU, terutama di jalur tengah dan jalur selatan yang padat lalu lintas dari titik suplai terminal BBM di Cilacap. Pada 16 Juli 2015, telah dilakukan pengawalan dengan rangkaian delapan unit mobil tanki, dan pada 21 Juli 2015 dengan rangkaian empat unit mobil tanki," jelasnya.

Berdasarkan kalkulasi Pertamina, konsumsi BBM sejak H-10 hingga H+2 (20 Juli), meningkat tinggi. Perhitungan itu di antaranya konsumsi BBM jenis premium mengalami peningkatan 36 persen, pertamax 54 persen, pertamax plus 47 persen, pertamina dex 11 persen, dan khusus solar turun sebesar 16 persen. Sementara itu, untuk konsumsi LPG juga mengalami peningkatan, LPG 3 kilogram sebesar 13 persen dan LPG 12 kilogram sebesar 21 persen.

"Untuk LPG, Pertamina juga terus memonitor ketersediaan di masyarakat baik melalui lembaga penyalur, Pertamina Contact Center, media sosial, dan langsung turun ke lapangan. Penambahan suplai apabila diperlukan senantiasa dilakukan," tambahnya.


(UWA)