BI: Pelemahan Rupiah Mulai Ganggu Industri di Batam

Antara    •    Kamis, 23 Jul 2015 17:16 WIB
rupiah melemah
BI: Pelemahan Rupiah Mulai Ganggu Industri di Batam
Bank Indonesia (MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Batam: Bank Indonesia (BI) menilai merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) mulai mengganggu kinerja industri di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, karena kebanyakan bahan baku industri di kota itu diimpor.

"Bahan baku industri di Batam dari impor. Karena mengandalkan impor, dampak merosotnya rupiah akan dirasakan. Harga bahan baku akan naik," kata Kepala BI Kepri Gusti Raizal Eka Putra, di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (23/7/2015).

Ia menyarankan, agar industri Batam bisa bertahan maka pelaku industri harus bisa mengurangi impor bahan baku dan lebih memilih menggunakan bahan baku dari dalam negeri. Bahkan, jika memungkinkan, agar dibangun industri pendukung khusus industri manufaktur utama di Batam agar tidak lagi bergantung pada impor. 

"Jadi industri manufaktur, harus bisa ditopang industri pendukung di Batam. Pemerintah harus melakukan langkah untuk mendorong itu," ujarnya.

Di lain pihak, ia mengatakan, penurunan nilai tukar rupiah bisa menguntungkan bagi perkembangan kawasan industri Batam. Penurunan nilai tukar rupiah dianggap dapat meningkatkan daya saing Batam, karena bila biaya-biaya lokal dikonversikan dengan dolar, maka lebih murah. Selain itu, peningkatan nilai dolar juga menguntungkan bagi industri Batam yang berorientasi pada ekspor.

"Tapi di sisi lain, bisa berdampak positif. Dapat meningkatkan daya saing industri kalau ekspor kami naik. Jadi, harus bisa manfaatkan momen ini untuk ekspor," pungkasnya.


(ABD)