Jakarta Bukan Sarang Narkoba & Tempat Istri Muda

Intan fauzi    •    Jumat, 24 Jul 2015 13:51 WIB
kependudukan
Jakarta Bukan Sarang Narkoba & Tempat Istri Muda
Pemudik kembali ke Jakarta. Foto: MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyoroti banyaknya penduduk di Ibu Kota yang tidak mengantongi kartu tanda penduduk DKI. Dia meminta jajarannya membereskan masalah ini, termasuk di permukiman mewah.

Dia mencontohkan, di Apartemen Kalibata City penghuninya ada 13 ribu jiwa. Sementara, yang memegang kartu tanda penduduk DKI tidak lebih 2.500 jiwa. "Yang tidak ber-KTP DKI mau ngapain nanti? Ini berbahaya," kata Djarot saat memberi arahan di kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Jalan Prapanca Raya, Jumat (24/7/2015).

Djarot mengatakan, warga pindahan harus membawa surat keterangan pindah dan surat berkelakuan baik dari daerah asal. "Permukiman yang mewah-mewah itu perlu ditertibkan. Saya tidak mau Jakarta menjadi tempat sarang pembuatan narkoba, money laundry, juga tempat istri muda," tegas Djarot.



Polisi menunjukan barang bukti dan tujuh tersangka yang mendirikan pabrik ekstasi di wilayah Jakarta Barat, Kamis 10 Oktober 2012. Foto: MI/Angga Yuniar

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi DKI Edison Sianturi melaporkan bahwa di wilayah Jakarta Selatan ada 80 titik apartemen yang belum memiliki pengurus rukun tetangga (RT)/rukun warga (RW). Apartemen-apartemen tersebut sudah berpenghuni.

"Ini akan merepotkan kami kalau mereka tidak punya KTP sesuai dengan domisili," kata Edison dalam kesempatan yang sama.

Dinas Dukcapil akan mengumpulkan pengelola apartemen untuk membentuk membentuk pengurus RT/RW. "Kita akan mengumpulkan pengelola apartemen untuk pembentukan RT dan RW. Untuk pengendalian mobilitas kependudukan di Jakarta," lanjut Edison.



Polisi mendata penghuni wisma yang terjaring razia tempat mesum di wilayah Taman Sari, Jakarta Barat, Minggu 26 Juni 2015. Foto: MI/Arya Manggala

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama memprediksi Ibu Kota bakal kebanjiran pendatang baru dari berbagai daerah pasca-Lebaran. "Kami sudah perkirakan paling 60-70 ribu (pendatang baru)," kata Ahok saat melepas pemudik di Senayan, Jakarta Pusat, Selasa 14 Juli.
 
Mantan Bupati Belitung Timur itu mengatakan, kenaikan jumlah pendatang itu tidak signifikan ketimbang tahun sebelumnya. Pasalnya aktivitas industri di Jawa Timur dan Jawa Tengah sudah meningkat.
 
“Setelah otonomi daerah dan ada double track kereta, kemudian industri berkembang di Jawa Tengah dan Jawa Timur, lama-lama orang tidak ke Jakarta lagi," ujarnya.


(TRK)