Biaya Ekonomi Tinggi Jadi Tantangan Hadapi MEA di 2016

Arif Wicaksono    •    Sabtu, 25 Jul 2015 14:10 WIB
mea 2015
Biaya Ekonomi Tinggi Jadi Tantangan Hadapi MEA di 2016
Pembangunan ekonomi(MI,RAMDANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Koordinator Tenaga Ahli Wakil Presiden Sofyan Wanandi menuturkan Indonesia harus bersaing ekstra dalam menghadapi MEA pada tahun depan. Sofyan menuturkan banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan Indonesia terutama terkait dengan upaya menghilangkan tingginya biaya ekonomi (high cost economy) dan menyelesaikan sejumlah proyek pembangunan.

“Persoalannya adalah dalam high cost economy dan sejumlah proyek pembangunan selain itu Indonesia juga harus meningkatkan kualitas SDM untuk bersaing dalam MEA,” kata dia kepada Metrotvnews.com, belum lama ini, seperti diberitakan Sabtu (25/7/2015).

Dia menuturkan, perlambatan sejumlah proyek membuat pertumbuhan ekonomi melambat di kuartal I-2015. Hal ini berusaha diatasi dengan membangun sejumlah proyek di semester dua untuk mempercepat realisasi anggaran.

Persaingan dengan negara lain pun menurutnya masih dalam batas wajar karena sejumlah negara di kawasan ASEAN juga tengah mengalami pelambatan hingga semester I-2015. Perlambatan ekonomi hampir dialami sejumlah negara seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.

 


(SAW)