Diperiksa KPK 14 Jam, Gatot Dicecar 27 Pertanyaan

Achmad Zulfikar Fazli    •    Selasa, 28 Jul 2015 00:26 WIB
suap
Diperiksa KPK 14 Jam, Gatot Dicecar 27 Pertanyaan
Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho (tengah) -- MTVN/Achmad Zulfikar Fazli

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho akhirnya selesai diperiksa KPK sebagai saksi kasus dugaan suap hakim PTUN Medan uang menyandung pengacara M Yagari Bhastara alias Gerry. Selama 14 jam pemeriksaan, Gatot mengaku dicecar hingga 27 pertanyaan oleh penyidik KPK.

"Jadi saya hadir untuk kedua kalinya sebagai saksi dalam kasus perkara dugaan suap saudara Gerry dan 3 hakim ptun dan satu panitera pada panggilan pertama saya ditanya 27 (pertanyaan). Hari ini lanjutan kemarin sekitar 25-27 pertanyaan," kata Gatot di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2015).

Ia pun mengaku telah menjawab secara pertanyaan secara detail dalam kasus suap ini kepada penyidik KPK. "Pertanyaannya tentu lebih detail kami sampaikan ke juru periksa," ucap dia.

Seperti diketahui, Gatot bersama istri mudanya, Evy Susanti diperiksa penyidik KPK terkait kasus dugaan suap hakim PTUN Medan. Keduanya diperiksa atas tersangka pengacara M. Yagari Bhastara alias Gerry.

Perkara ini bermula dari penyidikan kasus korupsi Dana Bantuan Sosial dan Bantuan Daerah Bawahan (BDB) Sumatera Utara tahun anggaran 2012 dan 2013 yang menyeret mantan Kabiro Keuangan Sumut Ahmad Fuad Lubis. Kasus itu disidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Kasus Dana Bansos dan BDB Sumut sudah diputus bebas di Pengadilan Tinggi Sumatera Utara. Berbekal putusan PT Sumut, Ahmad Fuad Lubis balik memperkarakan Kepala Kejaksaan Tinggi atas kasus yang menyeretnya melalui Pengacara M Yagari Bhastara alias Gerry dari kantor pengacara OC Kaligis.

Ahmad menggugat kewenangan penyelidikan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dalam perkara tersebut ke PTUN. Perkara ini dipegang Ketua PTUN Tripeni Irianto Putro dan Hakim Amir Fauzi, dan Hakim Dermawan Ginting. Ahmad Fuad Lubis pun diputus menang dalam gugatan di PTUN.

Rupa-rupanya, putusan Tripeni berbau amis. Usai membacakan putusan, dia dan dua rekannya, serta panitera Syamsir Yusfan yang juga menjabat Sekretaris PTUN Medan, dicokok KPK pada Kamis 9 Juli lalu.

Pada saat menangkap mereka, penyidik KPK mengamankan USD15 ribu dan SGD5 ribu dari Ruangan Ketua PTUN Medan. Diduga saat itu mereka menerima uang suap yang diantarkan Gerry yang menjadi pengacara Ahmad Fuad.


(SUR)