Dirut Pelindo II: Pekerja JICT Mogok Bakal Kena Sanksi

Ade Hapsari Lestarini    •    Selasa, 28 Jul 2015 11:30 WIB
pelindo
Dirut Pelindo II: Pekerja JICT Mogok Bakal Kena Sanksi
Dirut Pelindo II RJ Lino. FOTO: MI/ROMMY PUJIANTO

Metrotvnews.com, Jakarta: Dirut PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II Richard Joost Lino mengatakan jika mogok kerja yang dilakukan pekerja Jakarta International Container Terminal (JICT) Tanjung Priok adalah ilegal.

"Pelabuhan ini kan alat vital negara, kalau mogok kerja terjadi bisa merugikan negara dan merugikan pelayanan negara," tegas pria yang kerap disapa RJ Lino ini saat dihubungi Metrotvnews.com, Selasa (28/7/2015).

Bahkan, pihaknya akan memberikan sanksi tegas terkait dengan pemogokan kerja yang ditaksir menimbulkan kerugian hingga mencapai miliaran rupiah tersebut.

"Pertama aksi (mogok kerja) ini adalah ilegal serta tidak ada pemberitahuan bahwa mereka akan melakukan mogok kerja. Kita pun tidak akan memberikan toleransi dan memberikan sanksi tegas," papar dia.

Adapun sanksi tegas yang akan diberikan oleh Pelindo II yakni dilihat dari aksi yang dilakukan masing-masing orang. Misalnya bisa diberhentikan dengan tidak hormat, namun Pelindo II akan menyelidikinya terlebih dahulu.

Pihak Pelindo II sebenarnya sudah mengadakan pertemuan dengan pihak JICT. Di mana Pelindo II tetap akan menindak tegas masalah ini, serta tidak bisa dibiarkan begitu saja.

"Ini sudah tidak bisa dibiarkan lama sekali. Kami tidak ingin ada kejadian (mogok kerja) serupa karena ini merupakan kepentingan negara dan di mata internasional pelayanan jelek," tegas dia.

Mogok kerja ini pun dinilai tidak pantas terjadi di tengah pemerintah yang sedang menggalang investor asing untuk berinvestasi di Indonesia. Serta terjadi di tengah keinginan Jokowi membenahi masalah dwelling time.

"Sebenarnya, apa yang mereka tuntutkan segala macam itu tidak ada kaitannya dengan kesejahteraan. Serikat Pekerja hanya boleh mewakili ketika kesejahteraan mereka kurang. Ini kewajiban perusahaan terkait kesejahteraan sudah dipenuhi," jelas dia.


(AHL)