Air Bendungan pun Tak Membantu Selamatkan Ribuan Hektare Sawah

Sobih AW Adnan    •    Rabu, 29 Jul 2015 20:09 WIB
kekeringan
Air Bendungan pun Tak Membantu Selamatkan Ribuan Hektare Sawah
Petani di Kabupaten Cirebon hanya bisa pasrah sawah yang ditanaminya tak bisa panen. Foto: MTVN/Sobih

Metrotvnews.com, Cirebon: Ratusan hektare lahan pertanian di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, terancam gagal panen akibat kekeringan dan serangan hama. Dari 46.000 hektare lahan pertanian yang ada, sekitar 8.000 hektare terancam mengalami puso.
 
“Untuk wilayah Kabupaten Cirebon luas tanam pada musim hujan adalah 46.000 hektare. Sementara pada musim kekeringan seperti ini yang tertanami hanya 23.000 hektare, sedangkan yang puso sampai 8.000 hektare,” ungkap Sekretaris Dinas Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Kehutanan (Distanbunakhut) Kabupaten Cirebon, Muhidin, kepada Metrotvnews.com, Rabu (29/7/2015).
 
Muhidin menambahkan, kekeringan di Kabupaten Cirebon sebagian besar melanda di wilayah bagian barat. Dari data Distanbunakhut, saat ini tercatat sebanyak 11 titik wilayah yang rawan kekeringan, yakni Kecamatan Gegesik, Kaliwedi, Susukan, Ciwaringin, Gempol, Palimanan, Arjawinangun, Panguragan, Kapetakan, Suranenggala dan Gunungjati.
 
“Persoalan berat yang melanda para petani di bagian barat adalah tidak adanya sumber air yang bisa diolah. Misalnya, kami memberi bantuan pompa di Desa Jagapura, justru malah mereka gunakan untuk MCK (mandi, cuci, kakus) karena beranggapan bahwa lahan sudah tidak bisa ditanami lagi,” katanya.
 
Menurut Muhidin, selama ini pihaknya telah mengupayakan bantuan guna menanggulangi ancaman gagal panen akibat kekeringan tersebut. Muhidin mengaku, pihaknya sudah menyalurkan sebanyak 360 unit pompa dan ratusan sumur pantek yang disebar ke sebanyak 180 wilayah kelompok tani.
 
“Namun untuk di wilayah barat, jika air keluar pun biasanya masam, ada yang asin untuk daerah-daerah pesisir pantai,” keluh Muhidin.
 
Diakui Muhidin, persoalan kekeringan ini telah mencapai puncaknya. Distanbunakhut mengaku hanya bisa mengandalkan aliran Bendungan Rentang di Majalengka yang semakin hari semakin tidak berbanding dengan kebutuhan.
 
“Di wilayah bagian barat bisa dibilang sudah mentok. Selain air yang memang sudah tidak keluar dari sumbernya, juga kurangnya aliran air dari waduk atau bendungan. Kita hanya mendapatkan aliran dari Bendungan Rentang di Majalengka yang sudah dibagi dengan Kabupaten Indramayu. Tidak  mungkin mencukupi,” katanya.
 
Dari pantauan Metrotvnews.com, kekeringan juga melanda di beberapa titik wilayah bagian barat Kabupaten Cirebon, salah satunya seperti yang dikeluhkan petani di Desa Ciawi Asih Kecamatan Susukanlebak.
 
“Semua petani di sini mengalami gagal panen, sebab kekeringan sejak bulan empat (April) kemarin, dan hama juga yang menjadi penyebabnya,” ungkap Marsa, salah seorang petani di desa setempat.
 
Kuwu (Kepala) Desa Ciawi Asih, M. Suyud, mengatakan di wilayahnya terdapat kurang lebih 70 hektare lahan pertanian. Dari lahan seluas itu, para petani hanya mendapatkan 1 sampai 3 karung hasil panen untuk setiap hektarenya.
 
“Jika bagus pun hanya mendapat sekitar 3,5 ton per hektare,” kata Suyud.
 
Suyud mengaku sudah mengajukan permohonan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Cirebon. Ia berharap pemerintah daerah segera turun tangan menanggulangi kekeringan.
 
“Katanya sih Agustus akan diberikan bantuan berupa pompa,” pungkas Suyud.


(UWA)