Berderai Air Mata, Siti Curhat Susahnya Beli Sepatu Pakai KJP

Surya Perkasa    •    Kamis, 30 Jul 2015 18:56 WIB
kjp
Berderai Air Mata, Siti Curhat Susahnya Beli Sepatu Pakai KJP

Metrotvnews.com, Jakarta: Minimnya toko yang dapat melayani Kartu Jakarta Pintar (KJP) sebagai alat transaksi pembelian peralatan sekolah menylitkan warga. Selain harus berdesakan, warga harus antre berjam-jam untuk membeli barang yang diinginkan.

Siti salah satunya, warga Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur ini kesulitan karena harus pergi ke JakBook & Edu Fair 2015 di Senayan untuk membeli buku.

"Waktu ambil KJP, dari jam 10 pagi saya dari sekolah Cipinang Besar Selatan ke Senayan. Sampai sana jam 12 siang," kata Siti di Kantor Forum Warga Kota (Fakta), Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (30/7/2015).

Tiba di Senayan, Siti tak bisa langsung melakukan pembelian. Dia harus bersabar karena tempat pembelian sepatu sedang tutup karena istirahat. Siti kemudian harus berdesak-desakan mengantre dalam antrian yang mencapai 100 meter di arena pameran.

"Sudah ngantri sepatu 100 meter. Saya sampai tiga jam. Sudah tinggal dua lagi, saya enggak bisa ambil. Sistemnya rusak," cerita Siti dengan suara bergetar dan berderai air mata.

Seharian di JakBook & Edu Fair 2015, dia hanya bisa membeli tas dan pensil warna untuk anaknya yang duduk di bangku Sekolah Dasar.

"Akhirnya cuma bisa beli tas dengan harga Rp125 ribu dan pensil warna yang harganya Rp75 ribu," ucap Siti sembari mengusap matanya.

Siti mungkin hanya salah satu warga Ibu Kota yang kesulitan menggunakan sistem KJP yang baru dari total 489.150 penerima KJP tahun ini. KJP tampaknya harus dievaluasi kembali oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Jangan sampai KJP berubah jadi Kartu Jakarta Pusing atau Kartu Jakarta Payah bagi warga. Bantuan untuk warga jangan bikin warga susah," kata Ketua Fakta, Azas Tigor Nainggolan.


(DRI)