JK Dorong Kepolisian Ungkap Kasus Suap Dwelling Time

Husen Miftahudin    •    Kamis, 30 Jul 2015 19:23 WIB
dwelling timesuap di kemendag
JK Dorong Kepolisian Ungkap Kasus Suap <i>Dwelling Time</i>
Wakil presiden (wapres) Jusuf Kalla sedang menggunakan baju putih, (MI, Ramdani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mendorong pihak Kepolisian membuka kasus suap izin ekspor impor yang menyebabkan lamanya waktu tunggu bongkar muat kapal (dwelling time) di pelabuhan. Menurut dia, akibat lamanya dwelling time, arus ekonomi dalam negeri semakin terhambat.

"Ya tentu itulah kewajiban penegak hukum untuk membantu mengatasi masalah-masalah yang menghambat arus ekonomi kita. Dwelling time menghambat kecepatan logistik dalam negeri dan memakan biaya tinggi. Oleh karena itulah maka upaya kepolisian itu tentu kita dukung," ujar JK di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (30/7/2015).

Kasus suap dan gratifikasi izin ekspor impor menyeret beberapa nama di Kementerian Perdagangan (Kemendag). Penyidik Polda Metro Jaya sendiri telah menahan dua orang dari penetapan tiga tersangka oleh kepolisian. Satu tersangka lainnya, kini tengah diburu kepolisian bekerjasama dengan pihak Interpol.

Selain Kemendag, pihak kepolisian kini juga tengah membidik tersangka baru di intansi terkait lainnya. Pasalnya, terdapat 18 instansi yang setingkat kementerian yang terlibat dalam kasus suap dan gratifikasi izin ekspor impor tersebut.

"Ya, tadi dijelaskan. Pasti semuanya (yang akan diperiksa kepolisian. Seperti Bea Cukai dan lembaga-lembaga terkait lainnya (yang kini tengah dalam pendalaman pihak kepolisian)," papar JK.



(SAW)