Piala Kapolda Jawa Tengah

Laga PSIS vs Persis Diwarnai Kericuhan Suporter

Pythag Kurniati    •    Kamis, 30 Jul 2015 22:06 WIB
liga indonesia
Laga PSIS vs Persis Diwarnai Kericuhan Suporter
Asap menyelimuti sebagian suporter Persis Solo yang berada di tribun ketika Persis melawan PSIS Semarang, Kamis 30 Juli (MTVN/ Pythag)

Metrotvnews.com, Solo: PSIS Semarang dan Persis Solo menyelesaikan pertandingan leg ke-2 Piala Kapolda Jawa Tengah dengan hasil imbang 0-0 di Stadion Manahan, Solo pada Kamis, 30 Juli 2015 sore. Pertandingan diwarnai dengan kericuhan sehingga sempat dihentikan beberapa kali. 

Kericuhan pertama kali muncul pada menit ke-64. Ketika itu,  pertandingan sempat terhenti karena suporter Persis Solo melempar petasan ke arah lapangan. Laga kembali dihentikan oleh wasit pada masa injury time gara-gara penonton melepar batu ke arah lapangan yang mengenai asisten wasit, Sumanto. Lantaran situasi makin tak kondusif, pertandinya yang masih menyisakan tiga menit diakhiri oleh wasit. 

Laga sebetulnya berjalan seru sebelum insiden itu terjadi. Pada babak pertama, Persis berkali-kali mampu membahayakan pertahanan PSIS lewat serangan dari berbagai sisi.  Namun nampaknya dewi fortuna belum berpihak kepada tim tuan rumah. Seluruh upaya Persis tak ada yang berujung gol. 

Kedua tim meningkatkan intensitas serangan pada babak kedua. Kali ini,  PSIS tampil lebih mengigit dengan serangan-serangan balik yang mematikan. Setidaknya PSIS mampu menciptakan tiga peluang emas pada awal babak kedua melalui sepakan Yoga Utama. 

Persis berusaha membalas. Mereka sempat mengancam gawang PSIS melalui aksi individu Ainudin dari sisi kanan yang menggiring bola ke tengah. Bola kemudian disambut Dedy CP dengan tendangan namun masih dapat ditahan bek PSIS. 

Tapi, pertandingan mendadak horor saat memasuki masa injury time. Suporter dari tribun B6 dan B7 terlibat saling lempar batu dan petasan. Tanpa sengaja, lemparan itu mengenai asisten Wasit, Sumanto. Perangkat pertandingan akhirnya memutuskan untuk mengakhiri laga agar situasi tidak makin memanas.


(HIL)