Mazda VX-1, 'Saudara' Ertiga Beda Sasaran

- 14 Mei 2013 15:36 wib
mazda.co.id--rj
mazda.co.id--rj

Metrotvnews.com, Jakarta: Mazda VX-1, produk yang dilahirkan dua pabrikan Jepang Mazda dan Suzuki akhirnya terjun di pasar otomotif Indonesia. Kendaraan multiguna (multi purpose vehicle/MPV) yang berbasis Suzuki Ertiga ini dipermak dengan tampilan yang diklaim lebih elegan dan premium.

Serupa memang tidak berarti sama. Selain tampilan luar yang dipermak, Mazda VX-1, si 'saudara beda ayah', juga lebih menyasar kalangan muda yang dinamis.

"Mazda VX-1 diposisikan sebagai kendaraan sosial yang mendukung kaum muda dan urban untuk kehidupan sosial mereka yang aktif," tukas Product Planner PT Mazda Motor Indonesia (MMI) Bonar Pakpahan dalam acara peluncuran Mazda VX-1, Sabtu (11/5) siang di Parkir Timur Senayan, Jakarta.

Bagaimana tampang VX-1? Perbedaan sang adik dengan kakaknya antara lain terdapat pada grille bawah di bagian muka yang dibungkus dengan aksen bold chrome demi memunculkan kesan mewah. Garnis perak mengilat juga dibubuhkan di sekeliling lampu kabut. Terdapat pula rear roof spoiler yang menggoreskan sekelumit kesan gagah pada eksteriornya.

Pada aspek interior, seluruh kursi di ketiga baris mobil yang terdiri dari dua varian - V dan R- ini dimodali oleh jok berbahan kulit dengan warna coklat tua.

"Terdapat height adjuster seat di varian R yang membuat ketinggian kursi dapat disesuaikan. Di tipe R juga ada fitur termometer eksterior yang dapat mengukur suhu udara di luar mobil, dan tombol kontrol audio di setirnya," imbuh Bonar.

Perbedaan lain antara varian V dan R juga terletak di jumlah pengeras suara yang menjadi ujung tombak sistem audionya. Varian V memiliki empat pengeras suara, sedangkan varian yang satunya lagi dianugerahi enam.

VX-1 juga memiliki enam tempat botol minum (bottle holder) yang cukup tersebar. Letaknya masing-masing satu di kedua sisi pintu depan dan belakang, satu di baris ketiga, dan satu tempat fungsional, persis di bawah pendingin udara sisi kiri penumpang depan.

Varian R sebagai varian tertinggi dipersenjatai oleh fitur keamanan anti-lock breaking system (ABS), electronic brakeforce distribution (EBD), plus kantung udara dual SRS pada di bagian depan.

Soal performa, agaknya VX-1 tak bakal jauh berbeda dengan Suzuki Ertiga. Hal ini karena keduanya mengusung mesin yang sama, mesin K14B 1.400 cc bertenaga 95 PS dan torsi 130 Nm, seperti diakui oleh Presiden Direktur MMI Keizo Okue kepada Media Indonesia seusai acara.

Ia sendiri meyakini mobil dengan target penjualan sekitar 450 unit perbulan ini akan memiliki konsumen setianya masing masing. "Segmentasi kami berbeda. Dengan pembedaan di fitur-fitur luar dan dalamnya, kami mengincar segmen yang lebih premium lagi di pasar (low MPV) ini."

Varian V dibanderol dengan harga di kisaran Rp178 juta, sedangkan varian R dijual dengan angka Rp191 juta. VX-1 hanya tersedia dalam transmisi manual lima-percepatan. (Insan Akbar Krisnamusi)

()

MOTOR
MOBIL
MODIFIKASI
TIPS

Mata Najwa: Melawan Arus

02 September 2014 21:09 wib

Mata Najwa: Perbedaan pendapat merupakan hal yang umum terjadi dan dijamin kebebasannya dalam UU negara. Namun ternyata di negara demokratis ini, perbedaan pendapat dan pandangan justru sulit diterima di sejumlah partai politik.  Sejumlah anggota yang memilih untuk melawan arus, harus menghadapi resiko menerima sanksi.  Reformasi dalam partai politik pun seakan tak berbunyi. Sebagai pilar demokrasi, partai politik malah jadi sumber masalah. Kaderisasi tak berjalan, hanya mencari kawan yang sepaham, sementara idealism tak lagi diusung ke depan.   Namun sikap para politikus pun harus ditelaah.  Apakah keberpihakan mereka memang sungguh mengikuti hati nurani, mendengar suara rakyat dan idealisme atau hanya membungkus sikap pragmatis. Mata Najwa mengundang politikus senior Lily Wahid yang pernah membuat gebrakan di PKB. Lily melawan kebijakan partai saat duduk di kursi DPR, menggugat kasus Century dan mengusung hak angket mafia pajak. Serta Yusuf Supendi yang terus mengkritisi ketidak-adilan elit partai yang didirikannya, PKS. Dari jalur politik terkini, hadir pula sebagai narasumber politikus partai Demokrat, Ruhut Sitompul, politikus partai Gerindra, Harris Indra dan politikus partai Golkar, Nusron Wahid. Ketiganya menghadapi situasi yang berbeda-beda, meski sama-sama melawan arus kebijakan partainya dengan mendukung Jokowi. Pengamat politik, Yunarto Wijaya juga hadir untuk memberikan gambaran mengenai kondisi partai politik Indonesia saat ini.  Saksikan selengkapnya hanya di Mata Najwa, Rabu 3 September 2014 pukul 20:05 WIB di Metro TV.