Jadi Tersangka, Gubernur Bengkulu Merasa Dirugikan

Lukman Diah Sari    •    Senin, 03 Aug 2015 22:58 WIB
dugaan korupsi
Jadi Tersangka, Gubernur Bengkulu Merasa Dirugikan
Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah saat pembukaan sebuah lokakarya -- MI/Ramdani

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah mengaku dirugikan usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Salah satu alasannya, ia tak bisa mendaftarkan diri di Pilkada serentak pada Desember nanti.

"Saya pikir banyak pertimbangan, salah satunya ini (tak bisa mendaftar)," kata Junaidi di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (3/8/2015).

Meskipun begitu, dia merasa ada hikmah yang bisa diambil dengan penetapannya sebagai tersangka. Dia fokus untuk menyelesaikan masa pemerintahannya dengan baik, dan memastikan Pilkada serentak Desember esok bisa berjalan sempurna.

"Ya sampai sekarang ini kita merasa bahwa dengan tidak ikut maju banyak hal yang menjadi hikmah. Diantaranya bahwa kita bisa selesaikan pemerintahan dengan baik," bebernya.

Namun, dia tetap merasa dirugikan dengan menyandang status tersangka. Karena tak bisa menjadi Gubernur untuk periode selanjutnya. "Tapi kalau ditanyakan apakah dirugikan. Tentu tidak bisa ikut pilgub, rugi dong," ucap Juanidi.

Seperti diketahui, Junaidi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penerbitan SK pembayaran honor tim pembina RSUD M Yunus Bengkulu, tahun anggaran 2011.

Dugaan korupsi yang disangkakan ke Junaidi, diketahui nilai proyeknya mencapai Rp5,4 miliyar dengan kerugian negara sebanyak Rp359 juta. Keputusan No.17 tahun 2011 tentang pembentukan suatu jabatan yang diterbitkan Junaidi itu bertentangan dengan Permendagri No.61 tahun 2007 tentang pedoman pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah.


(SUR)