Penjualan Terpuruk, Laba Wijaya Karya Terjungkal 29%

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 04 Aug 2015 17:29 WIB
wijaya karya
Penjualan Terpuruk, Laba Wijaya Karya Terjungkal 29%
Ilustrasi -- MI/PANCA SYURKANI

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mencatat penurunan laba bersih sebesar Rp200,49 miliar di semester I-2015. Jumlah laba tersebut melemah 29,07 persen bila dibandingkan raihan di periode yang sama tahun sebelumnya Rp282,65 miliar.

Laba yang menurun ini karena penjualan WIKA yang sedang terpuruk menjadi Rp4,78 triliun di akhir Juni 2015, jika dibanding perolehan penjualan bersih sebesar Rp5,85 triliun di Juni 2014. Demikian mengutip laporan keuangan perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (4/8/2015).

Beban pokok penjualan perseroan tercatat masih sangat tinggi yakni mencapai Rp4,28 triliun di Juni 2015. Namun, angka angka itu masih mengalami penurunan, bila dibanding perolehan beban pokok penjualan sebesar Rp5,18 triliun di Juni 2015.

Beban penjualan perseroan mencapai Rp3,52 miliar, beban umum dan administrasi mencapai Rp180,85 miliar. Sehingga total beban usaha yang ditanggung perseroan sepanjang enam bulan pertama tahun ini mencapai Rp184,38 triliun, atau meningkat dari posisi jumlah beban usaha Rp177,30 miliar di Juni 2014.

Pendapatan bunga perseroan mencapai Rp40,36 miliar, laba selisih kurs mencapai Rp16,27 miliar. Sedangkan beban dari pendanaan mencapai Rp103,57 miliar, beban penurunan nilai piutang Rp7,33 miliar, bagian rugi entitas asosiasi mencapai Rp4,08 miliar dan bagian lain-lain bersih Rp8,78 miliar. Alhasil jumlah beban lain-lain yang ditanggung perseroan mencapai Rp67,13 miliar.

Adapun total aset perseroan di akhir Juni 2015 mencapai Rp17,05 triliun, atau mengalami peningkatan dibanding raihan aset sebesar Rp15,91 triliun di Juni 2014. Posisi liabilitas dan ekuitas perseroan masing-masing mencapai Rp12,06 triliun dan Rp14,98 triliun.

Sekadar informasi, WIKA, perusahaan konstruksi di Indonesia merupakan hasil nasionalisasi perusahaan Belanda, Naamloze Vennotschap Technische Handel Maatschappij en Bouwbedijf Vis en Co atau NV Vis en Co, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 1960 dan Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik (PUTL) No. 5 tanggal 11 Maret 1960, WIKA lahir dengan nama Perusahaan Negara Bangunan Widjaja Karja.

Perseroan melaksanakan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) dengan melempar 35 persen sagam kepada publik pada 29 Oktober 2007, di Bursa Efek Indonesia. Setelah IPO, pemerintah Republik Indonesia memegang 68,4 persen, sementara sisanya dimiliki oleh masyarakat, termasuk karyawan melalui Management Stock Ownership Program (MSOP), Employee Stock Allocation (ESA), dan Employee/ Management Stock Option (E/MSOP).


(AHL)