Latihan Seadanya, Srikandi Tinju Indonesia Tetap Ikut Kejuaraan Asia

Kautsar Halim    •    Rabu, 05 Aug 2015 09:51 WIB
tinju
Latihan Seadanya, Srikandi Tinju Indonesia Tetap Ikut Kejuaraan Asia
Petinju Indonesia Beatrix Suguro (biru) saling melepaskan pukulan dengan lawannya asal Filipina Josie Gabuco (merah) pada SEA Games 2013 lalu (Foto: ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dua srikandi tinju Indonesia, Beatrix Suguro dan Christine Jembay harus berjuang penuh pengorbanan untuk menyambut event kejuaraan tinju Asia  di Wulanchabu, Tiongkok, 6-14 Agustus mendatang. Keduanya harus tetap berlatih maksimal meski terkendala kelengkapan latihan yang memprihatinkan.

Suasana berantakan, lembab dan pengap menghiasi Sasana Persatuan Tinju Indonesia (Pertina), Jakarta, saat Metrotvnews.com menyambangi sesi latihan terakhir mereka, Selasa 4 Agustus. Kasat mata, ruangan yang merupakan fasilitas Pelatnas itu malah lebih mirip sebuah gudang ketimbang ruangan yang sering melahirkan pahlawan olahraga.

Meski begitu, Beatrix dan Christine sama sekali tidak menghiraukan kekurangan itu. Mereka masih terlihat semangat berlatih sambil mengikuti instruksi pelatihnya, Adi Suwandana.

Mereka fokus melatih teknik pukulan, fisik, dan juga staminai di tempat penuh keterbatasan itu. Keringat yang tampak membanjiri tubuh bukan halangan ketika mereka bersimulasi duel, bermain lompat tali, atau berlari mengelilingi sasana.

Kondisi kekurangan tersebut, jelas Adi, memang sudah berlangsung sejak lama. Menurutnya perhatian seluruh pihak, termasuk pemerintah memang masih sebelah mata untuk cabor yang sering menyumbang medali ini. Setiap hari, tegasnya, seluruh anak asuhnya dituntut untuk mengharumkan nama Ibu Pertiwi namun malah terkesan dihalangi oleh bangsa sendiri.

"Ada istilah bendera Merah Putih itu baru bisa berkibar di negeri orang jika ada atlet yang berprestasi. Tapi, perhatian untuk olahraga di sini malah kurang. Kita selalu dituntut untuk jadi nomor satu tapi fasilitas selalu terbelakang" kata Adi kepada Metrotvnews.com disela-sela latihan.

Fasilitas latihan yang minim ini, lanjut Adi, diperburuk lagi dengan asupan nutrisi dan suplemen yang seharusnya bisa didapatkan para anak asuhnya. Selama beberapa bulan belakangan, jelasnya, para atlet Pelatnas tinju hanya mendapat asupan suplemen vitamin biasa dan memanfaatkan makanan hotel untuk menjaga stamina sehari-hari.

"Kami semua menginap di hotel Century. Setiap hari kalau mau latihan ke sini jalan kaki. Suplemen untuk anak-anak juga hanya vitamin standar saja karena minimnya dana. Makanan sehari-hari biasanya memanfaatkan fasilitas hotel," tandas pelatih asal Bali tersebut.

Baik Beatrix dan Christine dijadwalkan berangkat ke Tiongkok hari ini, Rabu 5 Agustus. Event Kejuaraan Asia ini terbilang besar karena merupakan akses menuju Pra-Olimpiade.


(REN)