Prarekontruksi Pembunuhan Rian, Pelaku Lakukan 30 Adegan

Lukman Diah Sari    •    Kamis, 06 Aug 2015 21:26 WIB
pembunuhan asisten presdir xl
Prarekontruksi Pembunuhan Rian, Pelaku Lakukan 30 Adegan
Adik sepupu Ryan. (MTVN/Lukman)

Metrotvnews.com, Garut: Ungkap dugaan pembunuhan terhadap sekretaris Presiden Direktur XL Hayriantira, Jatanras Reskrimum Polda Metro Jaya bersama Polres Garut melakukan pra-rekontruksi di lokasi pembunuhan Rian, di kamar nomor 5, Hotel Cipaganti, Cipanas, Garut, Jawa Barat. Dari pra-rekontruksi tersebut, sekira 30 adegan dilakukan guna mengungkap penyebab kematian korban.

"Yang kami lakukan dengan Polda Metro Jaya kita melaksanakan prarekontruksi," ujar Kapolres Garut AKBP Arif Rachman di Hotel Cipaganti, Cipanas, Garut, Jawa Barat, Kamis (6/8/2015).

Arif menjelaskan, prarekontruksi ini guna menentukan dugaan awal dari pembunuhan Rian. Dia mengungkap, sekira 30 kegiatan dilakukan dalam prarekonstruksi.

"Dugaan awal pembunuhan, ada sekira 30 kegiatan. Nanti kita dalami lagi setelahnya," jelas Arif.

Dia membeberkan, pada 31 Oktober 2014 lalu telah menerima laporan dari pihak Hotel Cipaganti. Bahwa telah ditemukan mayat perempuan di salah satu kamar hotel di kota sebutan 'swiss van java' tersebut. Mayat perempuan itu ditemukan bugil, terendam di bathub dengan posisi telungkup.

"Dari keterangan cleaning service, korban sebelumnya masuk bersama teman laki-laki sebelumnya. Check-in sekitar pukul 13.00 WIB tanggal 30 Oktober (2014) ," ungkap Kapolres.

Sehari setelahnya, 31 Oktober 2014 cleaning service mencium bau tak sedap dari dalam kamar. Dan seusai dicek, jasad perempuan itu dalam keadaan rusak dan melepuh akibat direndam di air panas. Saat ditemukan, tak satupun identitas maupun barang milik korban di dalam kamar.

"Tidak ditemukan satupun identitas, baik KTP ataupun yang menghubungkan korban dengan identitas," jelasnya.

Lanjutnya, demi mengetahui identitas jasad wanita itu. Pihaknya mencoba mengecek melalui alat pemimdai identitas otomatis, sayangnya karena kondisi sidik jari telah rusak identitas korban tidak terungkap.

"Sidik jari telah rusak, karena telah terendam selama sekitar 24 jam," ungkapnya.

Hingga akhirnya, identitas korban terungkap, diketahui nama jasad wanita itu adalah Hayriantira, 37, janda beranak dua, bekerja sebagai Sekretaris Presiden Direktur XL. Dia nyatanya telah dikabarkan hilang sejak November 2014.

Kematian wanita yang disapa Rian ini, diketahui setelah Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus pemalsuan dokumen yang dilakukan tersangka atas nama Andy. Andy diketahui memalsukan dokumen, guna membalik nama dan mengambil mobil Rian yang dibawa kabur usai membunuh wanita tersebut.

Andy yang sebelumnya dijadikan tersangka pemalsuan, atas laporan keluarga Rian karena dianggap telah mengambil mobil Rian. Pun dicurigai keluarga ibu beranak dua itu. Walhasil, ibu Rian, Rukmina, 54 melakukan pendekatan dengan Andy untuk mengetahui dimana putrinya itu.

Dari pengakuan Andy meluncur kata, bahwa Andy lah pelaku pembunuhan Rian. Dia dibunuh di Hotel Cipaganti pada 30 Oktober 2014, dengan cara mulutnya dibekap dan direndam di air panas.

Lanjutnya, Arif menuturkan, dari hasil otopsi yang didapat hasil bahwa Ryan adalah korban pembunuhan. Bukti kekerasan tampak dari hasil otopsi.

"Dari hasil otopsi kami dapat keterangan awal, dugaan awal ada kekerasan sekitar leher hingga kepala. Karena kan gagal nafas, dibekap. Sekarang sedang kita kembangkan," jelasnya.

Kini barang bukti berupa sprei dan bantal serta bukti rekaman CCTV pada tanggal 30 Oktober 2014 disita pihak Polres Garut. Sementara itu, tersangka Andy terancam Pasal 338 dan Pasal 340 tentang pembunuhan berencana.


(MEL)